:strip_icc()/kly-media-production/medias/5452243/original/096408300_1766391424-kim-woo-bin-shin-min-ah-2-.jpg)
Seoul—Aktor Kim Woo Bin dan aktris Shin Min Ah secara resmi mengikat janji suci pernikahan pada 20 Desember 2025 dalam sebuah upacara pribadi di The Shilla Seoul, sebuah momen yang disaksikan oleh keluarga dekat dan teman-teman, dipimpin oleh Biksu Yang Mulia Pomnyun Sunim yang memberikan nasihat mendalam tentang kehidupan pernikahan dan tanggung jawab sosial sebagai figur publik. Prosesi sakral ini menyoroti koneksi spiritual jangka panjang pasangan tersebut dengan biksu, yang telah memberikan bimbingan penting, terutama selama perjuangan Kim Woo Bin melawan kanker nasofaring pada tahun 2017.
Hubungan antara pasangan selebriti papan atas Korea Selatan ini dengan Biksu Pomnyun bermula dari masa-masa sulit, ketika Kim Woo Bin didiagnosis menderita kanker nasofaring. Selama periode ini, Kim Woo Bin secara konsisten mencari dukungan mental dan emosional melalui konseling dengan biksu tersebut, yang dikenal karena ajarannya tentang ketenangan dan kemanusiaan. Terungkap bahwa Shin Min Ah, meskipun bukan seorang Buddhis, menunjukkan devosi luar biasa dengan membawa persembahan beras di kepalanya dan berdoa di hadapan Bodhisattva Gwanseeum di Namsan, Gyeongju, demi kesembuhan Kim Woo Bin, sebuah tindakan yang melampaui batas-batas keyakinan agama. Peran Biksu Pomnyun sebagai pemimpin upacara pernikahan mereka merupakan permintaan pribadi dari Kim Woo Bin, menggarisbawahi kedalaman ikatan dan rasa hormat yang mereka miliki terhadap bimbingan spiritualnya.
Dalam pidato pernikahannya yang diunggah oleh Jungto Society, Biksu Pomnyun menyoroti bahwa perjalanan hidup bersama tidaklah mudah dan perbedaan perspektif serta konflik akan muncul secara alami. Ia menekankan pentingnya tidak hanya mencari kehangatan dan ketergantungan dalam pernikahan, tetapi juga menghormati kebebasan individu masing-masing secara mendalam. Pesan ini menegaskan bahwa kebahagiaan sejati dalam pernikahan timbul ketika dua individu yang utuh bersatu, bukan saling melengkapi kekurangan secara berlebihan, sebuah pandangan yang menentang narasi populer tentang "belahan jiwa" yang sempurna.
Lebih lanjut, Biksu Pomnyun mengingatkan pasangan tersebut tentang tanggung jawab mereka sebagai figur publik. Ia menyatakan bahwa sebagai pasangan yang dicintai secara nasional, konflik pribadi mereka dapat memiliki implikasi yang lebih luas pada masyarakat, bukan hanya menjadi masalah pribadi. Oleh karena itu, ia mendesak mereka untuk senantiasa menyadari tanggung jawab sosial yang melekat pada ketenaran mereka dan hidup dengan cara yang tidak mengkhianati cinta dan dukungan yang diberikan publik. Nasihat ini menyoroti tekanan dan ekspektasi yang tinggi terhadap selebriti di Korea Selatan, di mana kehidupan pribadi seringkali bersinggungan dengan opini publik dan citra sosial.
Implikasi dari nasihat ini melampaui hubungan pribadi mereka. Dalam industri hiburan Korea, di mana citra publik adalah aset krusial, pesan tentang tanggung jawab sosial dan integritas moral dari seorang tokoh spiritual terkemuka seperti Biksu Pomnyun dapat berfungsi sebagai panduan yang signifikan. Pasangan ini sendiri telah menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan; Shin Min Ah dikenal karena dukungannya yang konsisten selama lebih dari satu dekade kepada anak-anak kurang mampu dan pembelot Korea Utara, sementara Kim Woo Bin dan Shin Min Ah juga bersama-sama menyumbangkan 300 juta Won Korea (sekitar 203.000 Dolar AS) kepada berbagai organisasi amal pada hari pernikahan mereka. Tindakan filantropis ini tidak hanya memperkuat narasi tentang kebaikan hati mereka tetapi juga menggarisbawahi interpretasi konkret dari nasihat Biksu Pomnyun mengenai tanggung jawab sosial.
Pernikahan Kim Woo Bin dan Shin Min Ah, yang telah berpacaran selama satu dekade, tidak hanya merayakan penyatuan dua individu tetapi juga menegaskan kembali nilai-nilai ketahanan, dukungan timbal balik, dan kontribusi sosial di tengah sorotan publik yang intens. Pesan Biksu Pomnyun, dengan penekanannya pada kebebasan individu, pengertian, dan tanggung jawab sosial, menawarkan kerangka kerja yang tidak hanya relevan bagi pasangan tersebut tetapi juga bagi figur publik lainnya dalam menavigasi kompleksitas kehidupan pribadi dan profesional mereka.