
Potret resmi pertama Raja Charles III sejak penobatannya telah menarik perhatian publik secara luas, memicu beragam reaksi atas pilihan artistiknya yang berani. Lukisan berukuran raksasa karya seniman Jonathan Yeo ini diresmikan di Istana Buckingham pada Selasa, 14 Mei 2024, sebagai bagian dari perayaan 50 tahun keanggotaan Raja Charles dalam The Drapers' Company, yang menugaskan karya tersebut pada tahun 2020.
Lukisan cat minyak di atas kanvas ini memiliki dimensi sekitar 2,59 meter kali 1,98 meter (sekitar 8 kaki 6 inci kali 6 kaki 6 inci), menampilkan Raja Charles III mengenakan seragam Welsh Guards yang didominasi warna merah menyala. Ia diangkat sebagai Kolonel Resimen Garda Welsh pada tahun 1975. Latar belakang lukisan yang sangat merah ini tampaknya "melahap" sosok sang Raja, dengan hanya wajahnya yang tampak jelas.
Salah satu elemen simbolis penting dalam lukisan ini adalah seekor kupu-kupu kecil yang hinggap di bahu kanan Raja. Menurut Jonathan Yeo, ide untuk menyertakan kupu-kupu ini datang langsung dari Raja Charles III sendiri, yang melambangkan "kelahiran kembali" atau transformasi dari Pangeran Wales menjadi seorang Raja. Kupu-kupu ini juga menyoroti advokasi Raja terhadap isu-isu lingkungan. Yeo menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk menangkap sisi kemanusiaan dan pengalaman hidup subjek, sekaligus mencerminkan monarki abad ke-21.
Proses pengerjaan lukisan ini memakan waktu tiga tahun, dengan Yeo bertemu Raja Charles empat kali antara Juni 2021 hingga November 2023 untuk sesi melukis, di sela-sela itu ia juga bekerja dari gambar dan foto. Reaksi Raja Charles III saat pertama kali melihat lukisan tersebut adalah sedikit terkejut dengan warna merah yang kuat, namun ia kemudian tersenyum sebagai tanda persetujuan. Ratu Camilla juga memberikan apresiasi, dengan mengatakan, "Ya, Anda berhasil melukisnya."
Namun, reaksi publik secara daring sangat beragam dan memicu perdebatan. Banyak warganet mengkritik penggunaan warna merah yang dominan, dengan beberapa komentar yang menyebut lukisan itu "seperti sedang di neraka" atau "bermandikan darah." Ada pula yang merasa lukisan ini "mengganggu" dan "tidak menyenangkan untuk dilihat," sementara sebagian lain memuji keberanian desain dan pendekatan modernnya. Lukisan ini dipamerkan di Philip Mold Gallery, London, dari 16 Mei hingga 14 Juni 2024, dan sejak akhir Agustus 2024 telah dipindahkan untuk dipajang di Drapers' Hall.