Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pererenan & Kedungu: Episentrum Tren Pesta Bali Berikutnya

2025-12-08 | 17:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-08T10:40:31Z
Ruang Iklan

Pererenan & Kedungu: Episentrum Tren Pesta Bali Berikutnya

Pergeseran lanskap hiburan malam di Bali kini semakin nyata, dengan dua wilayah, Pererenan dan Kedungu, diproyeksikan menjadi pusat tren pesta masa depan. Fenomena ini muncul seiring dengan kondisi area-area yang lebih mapan seperti Canggu dan Seminyak yang kian padat, memicu para pengembang, investor, dan wisatawan untuk mencari pengalaman yang lebih segar dan otentik di pulau Dewata.

Pererenan, yang terletak berdekatan dengan Canggu, telah mencuri perhatian sebagai alternatif yang lebih tenang namun tetap trendi. Wilayah ini menawarkan suasana yang lebih santai, halus, dan damai dibandingkan hiruk pikuk Canggu, menjadikannya pilihan menarik bagi para pelancong yang mencari keseimbangan antara ketenangan dan gaya hidup modern. Perkembangan pesat terlihat dengan munculnya akomodasi butik, ruang-ruang lokal artistik, dan pemandangan sawah yang masih asri. Majalah Time Out bahkan menobatkan Pererenan sebagai "Asia's Coolest Neighbourhood" pada tahun 2024, menggarisbawahi daya tariknya yang unik. Meskipun kehidupan malamnya cenderung lebih tenang daripada Canggu, Pererenan tetap menawarkan banyak pilihan, terutama untuk menikmati matahari terbenam. Beberapa tempat seperti Sol Rooftop Bali dan The Shady Fox menjadi destinasi favorit untuk koktail dan suasana yang hidup namun tetap nyaman. Beberapa restoran di area ini juga bertransformasi menjadi tempat pesta di malam hari, melengkapi suasana Pererenan yang bohemian dan trendi.

Sementara itu, Kedungu, yang terletak di wilayah Tabanan, diprediksi akan menjadi "permata pesisir Bali berikutnya" dan mencerminkan pola pengembangan yang pernah dialami Canggu satu dekade lalu. Kedungu menawarkan keindahan alam yang belum terjamah, suasana tenang, dan ombak yang cocok untuk berselancar, menjadikannya surga tersembunyi dibandingkan pusat keramaian turis seperti Kuta dan Seminyak. Pembangunan di Kedungu sedang berkembang pesat. The Kedungu Fund, dana real estat swasta pertama di Bali, sedang dalam proses membangun toko roti, gym canggih, beberapa restoran, dan galeri seni yang dinamis. Kelompok Ciputra juga berinvestasi dengan mengembangkan vila dan sebuah klub pantai di area tersebut. Akibatnya, harga tanah di Kedungu telah melonjak, dengan harga sewa meningkat tiga kali lipat dalam dua tahun terakhir, menandakan potensi apresiasi modal yang tinggi bagi investor. Meskipun kehidupan malamnya masih dalam tahap awal, beberapa tempat seperti Downtown Kedungu mulai menghadirkan acara-acara meriah, termasuk live band, malam trivia, dan pesta bertema, yang menunjukkan potensi Kedungu sebagai pusat hiburan yang berkembang. Bahkan, Pretty Poison, klub terkenal dari Canggu, telah pindah ke Kedungu, menambah semarak suasana sosial di daerah tersebut.

Pergeseran tren ini didorong oleh beberapa faktor utama. Lonjakan pariwisata Bali pada tahun 2025 yang mencapai rekor kedatangan internasional baru telah menimbulkan kekhawatiran akan over-tourism dan kemacetan lalu lintas di daerah-daerah yang sudah padat. Para wisatawan dan investor semakin mencari lokasi yang menawarkan keaslian, ketenangan, dan keindahan alam yang belum terjamah, sebuah sentimen yang tidak lagi mudah ditemukan di pusat-pusat lama. Pembangunan properti juga telah bergerak ke arah barat sepanjang pesisir Bali, dengan Pererenan dan Kedungu menjadi fokus investasi baru. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan 6,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025, namun juga mengakui bahwa dorongan yang berlebihan dapat memperburuk masalah overtourism dan tekanan infrastruktur di Bali Selatan. Oleh karena itu, pengembangan yang seimbang antara pariwisata dan pelestarian budaya serta lingkungan menjadi sangat penting agar Bali tetap menjadi tujuan wisata yang menarik dan berkelanjutan.