
Pada tanggal 28 Desember nanti, dunia akan sekali lagi mengenang hari kelahiran Stanley Martin Lieber, yang lebih dikenal sebagai Stan Lee, ikon budaya pop yang karyanya telah membentuk imajinasi jutaan orang di seluruh dunia. Lahir pada tahun 1922 di Manhattan, New York City, dari orang tua imigran Yahudi kelahiran Rumania, Stan Lee mengukir namanya dalam sejarah sebagai penulis buku komik, editor, penerbit, dan produser yang tak tertandingi.
Perjalanannya di industri komik dimulai pada tahun 1939 sebagai asisten editorial di Timely Comics, yang kemudian bertransformasi menjadi raksasa yang kita kenal sekarang sebagai Marvel Comics. Selama dua dekade, ia menjadi pemimpin kreatif utama Marvel, mengubahnya dari sebuah penerbit kecil menjadi korporasi multimedia yang mendominasi industri komik dan film.
Bersama dengan seniman-seniman legendaris seperti Jack Kirby dan Steve Ditko, Stan Lee menciptakan atau turut menciptakan karakter-karakter ikonik yang mendefinisikan genre pahlawan super. Daftar panjang karyanya mencakup Spider-Man, X-Men, Iron Man, Thor, Hulk, Ant-Man, Wasp, Fantastic Four, Black Panther, Daredevil, Doctor Strange, Scarlet Witch, dan Black Widow, di antara banyak lainnya. Kontribusinya merevolusi komik pahlawan super dengan pendekatan yang lebih naturalistik, memberikan pahlawan super kekuatan super sekaligus kerentanan dan emosi manusia, membuat mereka sangat relevan dan dapat dihubungkan dengan pembaca. Ia juga mempelopori konsep "alam semesta bersama" di mana karakter-karakter saling berinteraksi, menciptakan narasi yang lebih luas dan imersif.
Stan Lee tidak hanya mengubah cara pahlawan super digambarkan, tetapi juga menggunakan medium komik untuk menyentuh isu-isu sosial yang penting. Ia secara aktif menentang batasan Comics Code Authority dan sering menggunakan "Stan's Soapbox," kolom editorialnya, untuk menyuarakan pandangannya tentang rasisme dan fanatisme, menegaskan bahwa komik dapat mencerminkan dan mengatasi masalah dunia nyata.
Di luar halaman komik, Stan Lee menjadi wajah publik Marvel, dikenal karena kepribadiannya yang karismatik dan frasa khasnya seperti "Excelsior!" Warisan paling abadi yang ia tinggalkan adalah penampilan kameo yang dicintai di hampir setiap film dan acara televisi Marvel, yang menjadi tradisi favorit penggemar dan sebuah penghormatan terhadap perannya yang fundamental. Kameo-kameo ini, dan persona publiknya, menjadikannya ikon dalam budaya pop global, menjembatani kesenjangan antara pencipta dan penggemar, serta menginspirasi generasi kreatif yang tak terhitung jumlahnya.
Stan Lee wafat pada tanggal 12 November 2018, pada usia 95 tahun. Namun, warisannya tetap hidup dan terus berkembang. Ia diakui atas kontribusinya yang luar biasa dengan induksi ke Will Eisner Award Hall of Fame pada tahun 1994 dan Jack Kirby Hall of Fame pada tahun 1995. Pada tahun 2008, ia dianugerahi National Medal of Arts. Karya-karyanya membentuk dasar bagi Marvel Cinematic Universe, salah satu waralaba film terlaris sepanjang masa. Saat dunia menantikan hari kelahirannya, kita merayakan kehidupan seorang visioner yang melalui "kekuatan super" kreativitasnya, mengajarkan kita untuk percaya pada pahlawan dalam diri kita sendiri dan pada kekuatan cerita yang terus menginspirasi.