Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Park Na Rae Klarifikasi Kontroversi Mantan Manajer, Pilih Rehat dari Dunia Hiburan

2025-12-29 | 07:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T00:40:52Z
Ruang Iklan

Park Na Rae Klarifikasi Kontroversi Mantan Manajer, Pilih Rehat dari Dunia Hiburan

Komedian dan bintang televisi Korea Selatan, Park Na-rae, telah mengumumkan rehat sementara dari seluruh aktivitas siaran, menyusul serangkaian tuduhan serius dari mantan manajernya serta respons balik dari agensinya. Keputusan ini datang di tengah pusaran konflik hukum yang kompleks, melibatkan dugaan pelecehan di tempat kerja, penggelapan dana, dan praktik medis ilegal.

Konflik ini berawal pada awal November 2025, ketika dua mantan manajer Park Na-rae, yang diidentifikasi sebagai A dan B, secara tiba-tiba mengundurkan diri. Memasuki Desember, situasi memburuk setelah kedua mantan manajer tersebut mengajukan permohonan penyitaan sementara atas properti milik Park Na-rae pada 3 Desember, dan menyatakan akan menuntut ganti rugi sekitar 100 juta won. Mereka menuduh Park melakukan berbagai pelanggaran, termasuk pelecehan di tempat kerja, penyerangan fisik, penggunaan resep obat secara ilegal melalui perantara, tugas-tugas pribadi yang tidak sesuai, serta keterlambatan pembayaran biaya produksi. Salah satu manajer bahkan mengklaim mengalami kekerasan verbal karena menolak minum alkohol dan terluka akibat pecahan gelas yang dilempar Park Na-rae.

Pada 4 Desember, kontroversi semakin melebar dengan terungkapnya bahwa agensi satu orang Park Na-rae, A&Park atau Npark, yang didirikan oleh ibunya pada 2018, belum terdaftar secara resmi sebagai perusahaan perencanaan budaya dan seni populer selama lebih dari setahun, sebuah pelanggaran Undang-Undang Pengembangan Industri Budaya dan Seni Populer. Kegagalan pendaftaran ini dapat dikenai sanksi pidana hingga dua tahun penjara atau denda hingga 20 juta won.

Pihak Park Na-rae, melalui agensinya, membantah keras tuduhan tersebut. Pada 5 dan 6 Desember, agensi menyatakan bahwa kedua mantan manajer, setelah menerima pesangon, menuntut tambahan pembayaran sebesar 10 persen dari total penjualan perusahaan tahun sebelumnya, dan jumlah tuntutan itu terus meningkat hingga miliaran won. Agensi menuduh mantan manajer melakukan pemerasan dan telah mengajukan gugatan balik.

Namun, mantan manajer A dan B kemudian mengajukan laporan pidana tambahan ke Kantor Polisi Gangnam pada 5 Desember, menuduh Park Na-rae melakukan penggelapan dana perusahaan berdasarkan Undang-Undang Hukuman yang Diperberat untuk Kejahatan Ekonomi Tertentu. Mereka mengklaim Park menggunakan dana perusahaan untuk keperluan pribadi, termasuk membayar mantan kekasihnya, mencatat ibu Park sebagai karyawan tanpa tugas, serta membiayai perawatan rumah pribadi dan pembelian barang-barang yang tidak terkait pekerjaan, dengan total lebih dari 100 juta won antara Januari hingga November.

Di tengah pusaran kasus ini, Park Na-rae juga terseret dalam kontroversi terpisah mengenai dugaan praktik medis ilegal. Dilaporkan bahwa ia menerima suntikan infus dari seseorang yang dikenal sebagai "bibi suntik," yang diduga tidak memiliki lisensi medis. Pihak Park mengklarifikasi bahwa saat itu mereka meyakini individu tersebut adalah tenaga medis berlisensi.

Pada 8 Desember, Park Na-rae merilis permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, menyatakan bahwa ia telah bertemu dengan salah satu mantan manajernya dan menyelesaikan kesalahpahaman, namun tetap merasa semua adalah kesalahannya dan akan merefleksikan diri. Ia juga mengumumkan pengunduran dirinya dari semua program televisi yang sedang dibintanginya, termasuk "I Live Alone," "Where is My Home," dan "Amazing Saturday," dengan alasan tidak ingin membebani produksi dan rekan kerjanya. Beberapa tim produksi program tersebut telah mengonfirmasi kepergian Park Na-rae, menyatakan akan terus berusaha menghadirkan tawa yang sehat dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar.

Park Na-rae kembali memberikan pernyataan melalui video pada 16 Desember, menegaskan bahwa ia akan menahan diri untuk tidak berkomentar lebih lanjut di hadapan publik hingga proses hukum selesai. Ia menekankan bahwa ini "bukan masalah perasaan pribadi atau hubungan antarindividu, melainkan persoalan yang harus diverifikasi melalui prosedur resmi."

Kompleksitas kasus terus bertambah. Pada 20 Desember, Asosiasi Manajemen Hiburan Korea (KEMA) merilis pernyataan, menggarisbawahi bahwa tuduhan pelecehan kekuasaan sangat merugikan industri dan bahwa praktik semacam itu harus diberantas. Pada tanggal yang sama, mantan manajer A dan B juga mengajukan laporan pidana balik terhadap Park Na-rae atas tuduhan pencemaran nama baik, penyerangan khusus, dan pelanggaran Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi. Ironisnya, pada 20 Desember, Park Na-rae sendiri mengajukan laporan pidana tambahan ke Kantor Polisi Yongsan, Seoul, menuduh kedua mantan manajernya melakukan penggelapan dana. Pihak Park mengklaim salah satu mantan manajer mendirikan perusahaan pribadi untuk menyalurkan biaya agensi, sehingga menyalahgunakan dana perusahaan.

Kasus ini menyoroti kerapuhan hubungan antara selebriti dan manajernya, serta dampak besar dari opini publik dan sorotan media di industri hiburan Korea Selatan. Dengan banyaknya tuntutan dan tuntutan balik, penyelesaian akhir atas perselisihan ini diperkirakan akan memakan waktu dan bergantung pada verifikasi fakta melalui jalur hukum yang ketat. Situasi ini juga memicu diskusi lebih luas tentang transparansi pengelolaan agensi dan perlindungan hak-hak pekerja di industri hiburan.