Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pameran Megah Kaligrafi Arab di Mesir: Temukan Keindahan Abadi Seni Islam Ini

2025-12-03 | 20:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T13:46:26Z
Ruang Iklan

Pameran Megah Kaligrafi Arab di Mesir: Temukan Keindahan Abadi Seni Islam Ini

Mesir kembali menegaskan posisinya sebagai pusat pelestarian seni dan budaya Islam dengan berbagai pameran kaligrafi Arab yang memukau, menampilkan kemegahan warisan visual yang kaya. Salah satu acara terpenting yang akan datang adalah Muktamar Kaligrafi Arab Al-Azhar edisi ketiga, yang dijadwalkan berlangsung di Masjid Al-Azhar mulai 16 hingga 25 Februari 2025. Diselenggarakan di bawah naungan Syekhul-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, muktamar ini mengusung tema "Bidayah Jadidah li Bina' Al-Insan" atau "Awal Baru untuk Membangun Manusia".

Acara ini tidak hanya akan memamerkan karya seni kaligrafi terbaik, tetapi juga menyelenggarakan serangkaian lokakarya interaktif yang menghadirkan para maestro kaligrafi dan seniman dari berbagai negara. Beberapa jenis kaligrafi yang menjadi sorotan dalam lokakarya ini antara lain naskhi, tsulutsi, kufi, dan diwani, yang merupakan gaya-gaya populer dalam seni kaligrafi Arab. Selain itu, pengunjung juga akan disuguhkan dengan workshop seni ebru, yaitu lukisan air, yang akan dibawakan oleh seniman Italia Antonella Leoni, serta lokakarya khusus seni kaligrafi Arab bersama seniman Mesir Syirin Abdulhalim. Sebagai bagian dari muktamar, untuk pertama kalinya akan diadakan kompetisi di mana 30 kaligrafer terbaik dari Mesir akan berkompetisi menulis Al-Quran secara lengkap dalam 60 hari, dengan hasil karya mereka dipamerkan. Muktamar ini juga akan mengadakan seminar dan diskusi ilmiah yang membahas peran Al-Azhar dalam menjaga warisan seni Islam, sejarah kaligrafi di Masjid Al-Azhar, dan perjalanan pendidikan kaligrafi di Riwaq Kaligrafi Al-Azhar.

Sebelumnya, Museum Seni Islam di Bab al-Khalq, Kairo, juga pernah menyelenggarakan pameran bertajuk "Perwujudan Bahasa Arab dalam Kemegahan Kaligrafi Arab" pada akhir tahun 2022, tepatnya sejak 24 Desember 2022. Pameran tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Internasional Bahasa Arab yang diperingati setiap tanggal 18 Desember. Pameran ini menampilkan beragam bentuk kaligrafi Arab, termasuk lembaran kaligrafi yang ditemukan dalam artefak arkeologi.

Pada Juni 2022, Kementerian Kebudayaan Mesir juga menggelar "Cairo International Biennial of The Arabic Calligraphy Art" di Cairo Opera House. Pameran tersebut diikuti oleh puluhan kaligrafer dari seluruh dunia, termasuk Fauzan Firmansyah, seorang santri dari Indonesia. Kaligrafer besar Mesir, Dr. Musthafa Khudair Bur Said, yang juga seorang juri kompetisi kaligrafi internasional, turut memeriahkan acara tersebut.

Tak hanya itu, pada akhir 2018 hingga Januari 2019, Masjid Al-Azhar di Kairo juga menjadi tuan rumah Pameran Kaligrafi dan Ornamen Arab Internasional yang melibatkan lebih dari 150 seniman dari 50 negara. Pameran ini disebut sebagai pameran kaligrafi pertama yang diadakan oleh Al-Azhar dan bertujuan untuk melestarikan identitas Arab dan Islam serta mengampanyekan pentingnya Bahasa Arab sebagai bahasa internasional.

Seni kaligrafi Arab, atau khat, adalah bentuk seni tulisan tangan artistik yang dihormati di antara berbagai seni rupa Islam, terutama karena perannya dalam melestarikan Al-Qur'an. Penolakan penggambaran figuratif yang dapat mengarah pada penyembahan berhala menjadikan kaligrafi dan penggambaran abstrak sebagai bentuk utama ekspresi seni dalam budaya Islam, khususnya dalam konteks keagamaan. Berbagai gaya kaligrafi Arab telah berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh lokalitas dan pendekatan filosofis, sehingga relatif mudah untuk menentukan periode dan asal naskah Al-Quran. Gaya Riq'ah, misalnya, dikenal sebagai bentuk khat yang ditulis cepat dan cenderung stenografi, serta biasa dipakai oleh masyarakat di Mesir. Dengan berbagai pameran dan acara yang terus digelar, Mesir terus mengukuhkan perannya dalam menjaga dan mengembangkan tradisi seni kaligrafi Arab yang megah.