Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menggelitik Hati di Layar: Komedi Romantis Era Swipe Right

2025-12-29 | 03:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T20:32:46Z
Ruang Iklan

Menggelitik Hati di Layar: Komedi Romantis Era Swipe Right

Fenomena komedi romantis yang berpusat pada aplikasi kencan telah mengubah lanskap sinema dan televisi global, menyajikan narasi yang lebih relevan dengan dinamika pencarian cinta di era digital. Produksi seperti film Netflix Love Hard dan serial Korea Nothing Serious secara konsisten mengeksplorasi humor, kecanggungan, dan kejutan yang muncul dari interaksi daring, menarik perhatian jutaan penonton.

Pergeseran ini muncul seiring masifnya adopsi aplikasi kencan di seluruh dunia. Data Business of Apps menunjukkan Tinder menjadi aplikasi kencan paling populer secara global, dengan 55 juta unduhan pada tahun 2023, dan meningkat menjadi 60 juta unduhan pada tahun 2024. Di Indonesia, survei Populix pada Februari 2024 mengungkapkan 63% responden menggunakan aplikasi kencan daring, mayoritas berasal dari generasi milenial. Menariknya, alasan utama penggunaan aplikasi ini tidak semata-mata mencari pasangan hidup, melainkan untuk mencari teman mengobrol (56%), rasa ingin tahu (48%), dan mencari kesenangan (46%). Realitas ini membentuk dasar bagi eksplorasi naratif yang lebih kaya dan kompleks dalam komedi romantis.

Genre komedi romantis, yang secara tradisional mengandalkan pertemuan tak terduga atau skenario "teman jadi kekasih," kini harus beradaptasi dengan algoritmanya. Film Love Hard (2021) secara gamblang menunjukkan tantangan "catfishing" dan ekspektasi vs. realita dalam kencan daring, di mana seorang jurnalis LA terbang melintasi negara untuk bertemu pujaan hatinya dari aplikasi kencan, hanya untuk menemukan dirinya ditipu. Sementara itu, Nothing Serious (2021) dari Korea Selatan, menggambarkan kompleksitas hubungan tanpa label yang terbentuk melalui aplikasi kencan, mencerminkan kekhawatiran dan humor dalam kencan modern. Sutradara Jeong Ga-young menyatakan bahwa filmnya menangkap bagaimana generasi saat ini mungkin lebih tertarik pada percikan awal daripada mencari hubungan serius. Di Indonesia, serial 90 Hari Mencari Suami (2023) juga mengangkat isu pencarian jodoh melalui aplikasi kencan, menunjukkan universalitas tema ini.

Daya tarik yang "menggelitik" dari komedi romantis berbasis aplikasi kencan terletak pada kemampuannya untuk mencerminkan dilema kontemporer dengan sentuhan humor dan otentisitas. Penonton dapat merasakan pengalaman yang relevan, mulai dari kelelahan akibat terlalu banyak pilihan hingga ketidakpastian identitas daring. Violet Lim, CEO dan Co-Founder Lunch Actually Group, menyoroti "paradoks dalam memilih" yang dialami pengguna aplikasi kencan, di mana terlalu banyak opsi dapat menyebabkan "kelumpuhan analisis dan akhirnya tidak memilih siapapun apa pun". Ini menghasilkan narasi yang tidak hanya lucu, tetapi juga menyentuh aspek-aspek psikologis dan sosial dari interaksi manusia di dunia digital. Komedi romantis modern ini sering kali mengekspos lapisan kerentanan di balik profil yang dikurasi, menyoroti pencarian koneksi sejati di tengah lautan interaksi yang dangkal.

Ke depan, genre ini diperkirakan akan terus berkembang, semakin menggali nuansa interaksi digital yang lebih dalam. Dengan platform streaming global yang terus berinvestasi pada konten lokal dan internasional, variasi cerita yang mengeksplorasi kecanggihan teknologi kencan, etika AI dalam perjodohan, atau bahkan dampak metaverse pada hubungan romantis, mungkin akan menjadi sorotan berikutnya. Ini menunjukkan bahwa komedi romantis yang "menggelitik" dalam konteks "swipe right" bukan hanya tren sesaat, melainkan refleksi signifikan dari bagaimana teknologi telah membentuk ulang inti dari pengalaman manusia dalam mencari cinta dan koneksi.