
Ratusan penggemar militan serial manga dan anime One Piece, yang dikenal sebagai "Nakama", secara kolektif memadati sejumlah bioskop di berbagai kota besar Indonesia pada akhir 2022, menciptakan gelombang antusiasme yang luar biasa untuk penayangan film One Piece Film: Red. Fenomena nobar (nonton bareng) skala besar ini tidak hanya mencerminkan basis penggemar yang solid di Indonesia, tetapi juga menggarisbawahi kekuatan budaya pop Jepang dalam memobilisasi audiens dan menciptakan pengalaman sinematik komunal yang intens, jauh melampaui sekadar penjualan tiket.
Film One Piece Film: Red, yang tayang perdana di Jepang pada Agustus 2022 dan masuk ke bioskop Indonesia pada 21 September 2022, dengan cepat menjadi salah satu film anime terlaris di pasar global. Di Indonesia, film ini menarik perhatian signifikan, terutama melalui inisiatif nobar yang diorganisir oleh berbagai komunitas penggemar. Pada periode puncaknya, puluhan hingga ratusan "Nakama" dari berbagai komunitas, seperti One Piece Indonesia (OPI) dan beberapa grup lokal, secara aktif mengatur dan menghadiri sesi nobar di bioskop-bioskop seperti CGV, XXI, dan Cinepolis di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota-kota lainnya. Acara-acara ini seringkali dilengkapi dengan cosplay karakter, sesi diskusi, dan pertukaran merchandise, mengubah pengalaman menonton film menjadi festival budaya pop.
Fenomena ini bukan sekadar insiden sporadis; ia merupakan manifestasi dari dekade akumulasi loyalitas penggemar terhadap franchise One Piece yang dimulai sejak manga-nya terbit pada 1997 dan serial animenya pada 1999. Eiichiro Oda, sang kreator, telah membangun semesta yang luas dengan karakter-karakter mendalam dan narasi petualangan yang memikat, menarik jutaan penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, One Piece telah mengakar kuat dalam budaya pop, ditayangkan di televisi nasional sejak awal 2000-an dan terus populer di platform streaming digital. Tingkat keterlibatan penggemar Indonesia secara konsisten tinggi, terlihat dari diskusi daring yang masif dan kehadiran komunitas fisik yang aktif.
Menurut data Box Office Mojo, One Piece Film: Red meraup lebih dari 31,9 juta dolar AS di seluruh dunia, menjadikannya salah satu film anime dengan pendapatan kotor tertinggi. Meskipun data spesifik untuk Indonesia sulit diurai dari total global, antusiasme nobar yang tinggi menunjukkan kontribusi signifikan dari pasar Indonesia terhadap kesuksesan komersial film tersebut. Beberapa laporan dari penyelenggara nobar menunjukkan bahwa satu sesi nobar bisa mengisi penuh satu atau lebih studio bioskop, dengan tiket terjual habis dalam hitungan jam setelah pengumuman.
Pakar budaya pop dan sosiolog mengamati bahwa fenomena nobar semacam ini memiliki implikasi yang lebih luas. Profesor Yudi Santoso, seorang pengamat budaya populer dari Universitas Indonesia, menyatakan pada sebuah wawancara bahwa "Nobar One Piece: Red menunjukkan bagaimana sebuah franchise media dapat menciptakan ruang komunal di tengah masyarakat yang semakin terfragmentasi digital. Ini bukan hanya tentang menonton film, tetapi tentang reafirmasi identitas kolektif dan pencarian pengalaman bersama yang otentik." Ia menambahkan bahwa acara semacam ini memperkuat ikatan sosial antar penggemar, mengubah konsumsi media pasif menjadi partisipasi aktif dan perayaan kolektif.
Lebih lanjut, keberhasilan One Piece Film: Red melalui mobilisasi komunitas juga menjadi studi kasus penting bagi industri perfilman di Indonesia. Ini menyoroti potensi besar dari audiens niche yang terorganisir, yang dapat menjadi pendorong penjualan tiket yang kuat jika didekati dengan strategi yang tepat. Bioskop dan distributor dapat belajar dari pengalaman ini untuk berkolaborasi lebih erat dengan komunitas penggemar dalam promosi dan penyelenggaraan acara khusus. Implikasi jangka panjangnya adalah perubahan paradigma dalam pemasaran film, di mana buzz organik dan dukungan komunitas dapat menjadi aset berharga setara dengan kampanye iklan tradisional. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan pertumbuhan genre anime dan manga di Indonesia, dengan film-film mendatang yang diperkirakan akan mendapatkan dukungan serupa dari basis penggemar yang loyal.