
Film pendek "Mania Dunia Nia" telah dinobatkan sebagai wakil Indonesia di ajang Inspiring Asia Micro Film Festival 2025. Film ini berhasil meraih penghargaan Best Micro Film Award dalam seleksi regional Indonesia, setelah menyisihkan sekitar 50 film lainnya. Selanjutnya, karya yang disutradarai oleh Yosafat Prasetya ini akan bersaing di tingkat Asia, bertemu dengan para pemenang regional dari negara-negara lain.
"Mania Dunia Nia" merupakan film pendek hasil kolaborasi mahasiswa lintas universitas di Indonesia, salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM). Film ini menyoroti isu kesehatan mental dan tekanan sosial di kalangan remaja, yang disampaikan dengan pendekatan kreatif dan menyentuh. Kisahnya mengikuti perjalanan Nia, seorang mahasiswi baru jurusan teknik yang berjuang menyeimbangkan tugas akademis, pekerjaan paruh waktu, hubungan keluarga, serta distraksi media sosial. Tekanan-tekanan ini membuat Nia kewalahan dan merasa tenggelam dalam beban. Namun, dalam sebuah momen, Nia memutuskan untuk mengambil jeda dari hiruk pikuk yang dialaminya, menyadari pentingnya beristirahat dari kebisingan digital untuk kembali terhubung dengan dunia nyata.
Sutradara Yosafat Prasetya mengungkapkan bahwa film ini merupakan representasi dari "keresahan kolektif generasi sekarang", yang mengajak penonton untuk memahami pengalaman Nia dalam kesehariannya. Pendekatan visual dan gaya penyuntingan yang fragmentaris sengaja dipilih untuk menggambarkan kekacauan pikiran dan tekanan mental yang dihadapi tokoh utama.
Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 mengangkat tema "Kesejahteraan Mental Generasi Muda" dengan seruan utama "To Be Seen", yang bertujuan memberikan ruang bagi generasi muda untuk berekspresi melalui film pendek dan mendorong perubahan. Festival ini juga memperkenalkan festival film regional di berbagai negara seperti Tiongkok, Singapura, Indonesia, Vietnam, dan Thailand, sebagai wadah bagi suara-suara lokal untuk bersinar di panggung kontinental. Dewan juri kompetisi regional Indonesia terdiri dari sutradara dan penulis Bene Dion Rajagukguk, penulis dan sutradara Kamila Andini, serta psikolog Analisa Widyaningrum. Kamila Andini menyoroti pentingnya ajang ini sebagai kesempatan bagi para pembuat film untuk berkompetisi dan menyampaikan pesan-pesan berarti, sekaligus melihat karya-karya dari sineas negara lain. Selain "Mania Dunia Nia", film "Yang Diam Yang Bersuara" produksi Hello Sister juga memenangkan Best Project Award, dengan hadiah tunai Rp 165 juta, sementara pemenang Best Micro Film Award mendapatkan Rp 82 juta.
Keberhasilan "Mania Dunia Nia" menegaskan potensi besar mahasiswa Indonesia dalam dunia perfilman dan menunjukkan bahwa karya lokal mampu bersaing di kancah internasional. Kompetisi Inspiring Asia Micro Film Festival merupakan ajang internasional yang digagas oleh Lee Foundation dan Asia Philanthropy Circle, diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara di Asia melalui seleksi nasional. Film ini dinobatkan sebagai Juara 1 Inspiring Indonesia 2025, sehingga berhak melaju ke tingkat Asia untuk bersaing dengan enam finalis lainnya.