Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kepergian Kim Jung Gi: Mengenang Warisan Abadi Sang Maestro Ilustrasi

2025-12-23 | 15:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-23T08:09:10Z
Ruang Iklan

Kepergian Kim Jung Gi: Mengenang Warisan Abadi Sang Maestro Ilustrasi

Ilustrator dan seniman manhwa Korea Selatan yang sangat dihormati, Kim Jung Gi, meninggal dunia pada usia 47 tahun di Paris, Prancis, pada 3 Oktober 2022, setelah mengalami serangan jantung mendadak. Kepergiannya yang tak terduga terjadi saat Kim sedang dalam perjalanan ke bandara untuk terbang menuju New York setelah menyelesaikan jadwal terakhirnya di Eropa, meninggalkan kekosongan mendalam di kancah seni global yang ia sentuh dengan bakatnya yang luar biasa.

Kabar duka ini segera memicu gelombang penghormatan dari seluruh dunia seni, dengan Chief Creative Officer DC Comics, Jim Lee, menggambarkan Kim Jung Gi sebagai "bakat yang benar-benar fenomenal yang pena dan kuasnya memikat serta menginspirasi jutaan penggemar di seluruh dunia." Sementara itu, pemimpin redaksi Marvel Comics, C.B. Cebulski, menegaskan bahwa "tidak ada yang seperti [Jung Gi]" ketika memuji kontribusinya pada sampul komik Marvel. Komunitas seni global berduka atas "kehilangan salah satu pilar seni dunia, salah satu Master Artis modern di zaman kita yang akan dikenang selama berabad-abad".

Kim Jung Gi dikenal secara internasional atas kemampuannya yang tak tertandingi dalam menciptakan ilustrasi rumit, padat, dan sangat detail sepenuhnya dari ingatan, tanpa menggunakan sketsa awal atau referensi visual. Keterampilan uniknya ini seringkali ia demonstrasikan melalui pertunjukan menggambar langsung (live drawing shows) di hadapan penonton, memukau jutaan orang dengan kemahiran improvisasi dan pengetahuannya yang ensiklopedis tentang anatomi, perspektif, dan komposisi. Ia memegang Guinness World Record untuk "gambar terpanjang oleh seorang individu".

Lahir pada tahun 1975 di Goyang, Korea Selatan, minat Kim terhadap menggambar sudah terlihat sejak usia muda, terinspirasi oleh manga seperti "Dr. Slump" karya Akira Toriyama. Ia melanjutkan pendidikan seni rupa di Universitas Dong-Eui, Busan, pada usia 19 tahun, di mana ia mulai mengasah teknik dan mengembangkan gaya khasnya. Pengalamannya selama dua tahun di Pasukan Khusus militer Korea Selatan memberikan basis data visual yang kuat, membantunya menghafal struktur berbagai kendaraan militer dan senjata, yang kemudian termanifestasi dalam detail akurat di karyanya.

Karier profesional Kim dimulai dengan karyanya untuk majalah komik Korea "Young Jump", termasuk komik pertamanya "Funny Funny". Ia juga menggambar enam volume "Tiger the Long Tail" (TLT) dan berkolaborasi dengan penulis Prancis Bernard Werber. Selain itu, ia banyak berkontribusi pada proyek-proyek game dan mengilustrasikan sampul untuk komik Marvel dan DC. Kim juga menjabat sebagai dosen manhwa, menekankan pentingnya kemampuan memvisualisasikan momen dengan menggabungkan observasi sehari-hari dan imajinasi. Ia pernah menyatakan bahwa ia memiliki "60 persen gambaran di kepala" dan mengimprovisasi sisanya saat menggambar.

Warisan Kim Jung Gi melampaui karya-karya cetaknya. Metode uniknya dalam belajar dan berkarya telah menjadi subjek analisis bagi seniman dan pendidik seni di seluruh dunia, yang ingin memahami bagaimana ia membangun "database visual" di benaknya. Pendekatannya terhadap perspektif dan penggunaan garis kontur silang untuk memberikan kedalaman menjadi salah satu pilar tekniknya yang banyak dipelajari. Pembukaan sebuah museum yang didedikasikan untuk karyanya di Paju, Korea Selatan, pada Oktober 2023, kurang dari setahun setelah kematiannya, menegaskan pengakuan abadi terhadap kontribusinya. Museum tersebut menampilkan lebih dari 6.000 karyanya, memastikan bahwa "Dewa Gambar" akan terus menginspirasi generasi seniman di masa depan.