
Keluarga aktor Dude Harlino di Padang, Sumatera Barat, dilaporkan terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut, dengan akses menuju lokasi mereka lumpuh total. Musibah alam yang melibatkan banjir, tanah longsor, dan lahar dingin ini telah menimbulkan duka mendalam bagi Dude Harlino, yang sebelumnya sempat menyampaikan rasa syukur bahwa rumah keluarganya di Padang tidak terdampak langsung oleh banjir bandang pada akhir November 2025.
Bencana hidrometeorologi ini telah menyebabkan korban jiwa dan kerugian materiil yang besar di Sumatera Barat. Per 9 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya 19 jiwa meninggal dunia dan 32 orang masih dinyatakan hilang di Kota Padang Panjang. Selain itu, 234 unit rumah mengalami kerusakan di Padang Panjang, dan secara lebih luas di Padang, BPBD melaporkan dua rumah hanyut, 61 rumah rusak sedang, serta 17 rumah rusak ringan akibat banjir.
Dampak signifikan juga terasa pada infrastruktur. Sejumlah akses jalan terputus total, termasuk sepanjang 1 kilometer jalan lintas nasional yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Padang Panjang. Material longsor telah menimbun ruas-ruas jalan di beberapa kelurahan di Padang Panjang, seperti Koto Katik, Silaing Bawah, Pasar Usang, dan Kampung Manggis, menyebabkan kelumpuhan akses. Upaya penanganan darurat, termasuk pengerahan alat berat untuk perbaikan dan pembersihan material longsor, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, PMI, BPBD, dan unsur pemerintah daerah setempat.
Hujan lebat yang terjadi secara terus-menerus sejak akhir November 2025 menjadi pemicu utama serangkaian bencana banjir dan longsor ini. Kelompok-kelompok lingkungan telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran bahwa pembalakan liar yang merajalela di dataran tinggi Sumatera telah mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air hujan, yang pada gilirannya memperparah dampak banjir dan longsor.