
Karya-karya film buatan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin menunjukkan taringnya di industri perfilman nasional dengan berhasil menembus layar bioskop. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa bakat dan kreativitas generasi muda di jalur vokasi memiliki kualitas yang patut diperhitungkan. Salah satu sorotan terbaru datang dari SMK Budi Luhur, Ciledug, Kota Tangerang, Banten, yang berhasil menayangkan delapan film karya siswanya di jaringan bioskop bergengsi pada Desember 2025.
Delapan film tersebut, yang terdiri dari empat film pendek dan empat film animasi, diputar perdana di XXI Bintaro Xchange Mall 2 pada 10 Desember 2025, dan akan menyusul di CGV Transmart Graha Raya pada 15 Desember 2025. Penayangan ini merupakan puncak dari Bluvocation Creative Fest (BCF) 2025, sebuah festival yang sebelumnya dikenal sebagai Bluvocation Film Fest.
Menurut Kepala SMK Budi Luhur, Joko Waluyo, pemutaran film di bioskop ini adalah bentuk apresiasi tertinggi dan validasi industri bagi bakat muda di bidang sinematografi dan animasi. Joko Waluyo menekankan bahwa langkah ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa karya siswa vokasi memiliki kualitas yang layak bersanding di layar lebar dan dinikmati oleh publik luas. Film-film ini juga sengaja dirilis bertepatan dengan libur sekolah agar dapat mengisi waktu luang siswa yang tidak bepergian ke luar kota.
Di antara film-film yang ditayangkan terdapat judul-judul seperti "Satu Klik Ribuan Masalah", "Sekawan", "Asmara", dan "Gak Beres". Film "Satu Klik Ribuan Masalah" misalnya, mengisahkan seorang pemuda bernama Aldo yang terdesak masalah ekonomi dan terjerumus pinjaman daring, hanya untuk menemukan bahwa setiap kliknya membuka ribuan masalah baru dalam hidupnya. Karya-karya ini diproduksi oleh 57 siswa dengan bimbingan tujuh guru selama sekitar enam bulan, dan semua film telah mendapatkan sertifikat lolos sensor.
Agus Fazriansyah, Kepala Jurusan Broadcast TV SMK Budi Luhur, menambahkan bahwa film pendek dan animasi ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan bukti keberanian siswa untuk berkarya dan berpikir di luar kebiasaan. Proses kreatif yang melibatkan debat ide, syuting berulang kali, hingga editing lembur, terbayar lunas dengan hasil yang bisa disaksikan publik. Bahkan, beberapa film karya siswa SMK Budi Luhur sebelumnya telah meraih penghargaan di tingkat nasional.
Sebelum mencapai puncaknya di bioskop, BCF 2025 telah mengadakan berbagai kegiatan dan lokakarya sejak Oktober 2025, melibatkan pelaku industri kreatif seperti ilustrator Mulky Taufan, sineas Mattia Pellegrino, dan konten kreator Wasawho. Program Proyek Kreatif Kewirausahaan (PKK) sekolah ini menjadi wadah nyata bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi, sekaligus memupuk semangat wirausaha di industri kreatif. Ketua Pelaksana PKK, Cika Mutiara Rahmakinanti, menyatakan bahwa festival tahun ini jauh lebih besar dari sebelumnya, melibatkan tidak hanya pihak internal tetapi juga eksternal. Inisiatif ini diharapkan dapat memantik semangat siswa-siswa lain untuk terus berkarya dan membawa kreasi mereka ke tingkat yang lebih tinggi.