Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Film Believe Raih Hati Penonton, Produser Ungkap Syukur Mendalam

2025-12-29 | 17:02 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T10:02:26Z
Ruang Iklan

Film Believe Raih Hati Penonton, Produser Ungkap Syukur Mendalam

Dalam lanskap perfilman kontemporer yang terus berkembang, film drama bertajuk "Believe" garapan Billy Dickson yang dirilis pada tahun 2016 silam, kembali menarik perhatian menyusul refleksi atas tanggapan positif yang diperolehnya dari segmen penonton tertentu. Produser film, yang juga merangkap sebagai penulis dan sutradara, sebelumnya telah menyatakan rasa syukurnya atas kesempatan untuk merealisasikan proyek ini, sebuah sentimen yang kini diperkuat oleh dampak jangka panjang karya tersebut di komunitas penontonnya.

"Believe", yang berpusat pada kisah pemilik bisnis kecil bernama Matthew Peyton yang berjuang mempertahankan acara Natal tahunan di kotanya di tengah kesulitan ekonomi, menerima "Faith-Friendly Seal" untuk usia 12 tahun ke atas dari Dove.org, sebuah organisasi peninjau film yang berfokus pada konten ramah keluarga dan berbasis nilai. Film ini juga diganjar penghargaan Gold Award sebagai Film Terbaik Tahun Ini 2016 oleh The Christian Film Review. Billy Dickson, sutradara dan penulis naskah film tersebut, sebelumnya mengungkapkan antusiasmenya untuk menggarap film fitur ini, sebuah proyek yang ia rasakan memberinya kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai perangkat sinematik.

Meskipun secara umum mendapat ulasan beragam dari kritikus mainstream, dengan rating persetujuan 33% di Rotten Tomatoes berdasarkan enam ulasan dan skor rata-rata 41 dari 100 di Metacritic yang menunjukkan ulasan "campuran atau rata-rata", penerimaan positif di kalangan audiens yang menargetkan genre spesifik ini menggarisbawahi kekuatan penceritaan yang berpusat pada nilai-nilai dan harapan. Plot film, yang disandingkan dengan film klasik Frank Capra "It's a Wonderful Life" oleh beberapa pengulas karena narasi tentang seorang pria yang menemukan dirinya di titik terendah dan bertemu dengan karakter malaikat bernama "Clarence," menyoroti pentingnya keyakinan dan aksi sosial.

"Believe" menghadirkan tema sentral tentang pentingnya iman dan kasih sayang, dengan pesan-pesan yang mendorong pemikiran positif. Film ini berupaya menampilkan perjuangan kelas dan menunjukkan empati terhadap masyarakat pekerja dan menengah, meskipun interpretasi politiknya beragam. Penampilan para pemeran, khususnya Ryan O'Quinn sebagai Matthew Peyton dan Issac Ryan Brown sebagai Clarence, diakui menjadi salah satu kekuatan film ini.

Dampak film "Believe" melampaui metrik box office awal, yang hanya menghasilkan $477.387 pada akhir pekan pembukaannya dari 638 bioskop. Keberlangsungannya dalam memengaruhi dan menginspirasi segmen penonton yang mencari narasi berbasis iman menunjukkan bahwa kesuksesan artistik dan komersial tidak selalu diukur dari skala yang sama. Dalam industri film yang seringkali didominasi oleh blockbuster beranggaran besar dan ambisi global, pencapaian "Believe" dalam membangun koneksi emosional yang mendalam dengan audiens targetnya, terlepas dari kritik yang lebih luas, menawarkan perspektif penting tentang keberagaman kriteria apresiasi dan keberlanjutan sebuah karya sinema. Keberhasilan ini juga menyoroti potensi pasar film berbasis nilai yang stabil dan responsif, sebuah ceruk yang terus tumbuh dan membentuk bagian integral dari ekosistem Film & TV global.