Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Enteng Tanamal Luncurkan Biografi Kisah 81 Tahun, Didukung Penuh Kris Dayanti

2025-12-04 | 14:42 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T07:42:17Z
Ruang Iklan

Enteng Tanamal Luncurkan Biografi Kisah 81 Tahun, Didukung Penuh Kris Dayanti

Musisi legendaris Indonesia, Enteng Tanamal, merayakan ulang tahunnya yang ke-81 dengan meluncurkan sebuah buku biografi komprehensif berjudul "Memahami Hak Cipta dan Tata Kelola Royalti Dalam Industri Musik Indonesia". Acara peluncuran buku yang berlangsung pada Kamis, 9 Oktober 2025, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, ini tidak hanya menjadi penanda perjalanan panjang sang maestro, tetapi juga momentum untuk mengadvokasi perbaikan tata kelola royalti di industri musik Tanah Air.

Buku ini tidak hanya mengisahkan perjalanan bermusik Enteng Tanamal, termasuk perannya dalam mendirikan organisasi musik pertama, Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), yang menjadi fondasi lahirnya Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) KCI, LMK pertama di Indonesia. Lebih dari itu, buku tersebut menjadi kritik tajam terhadap tata kelola royalti musik di Indonesia yang dianggap belum ideal. Enteng Tanamal menyoroti kesenjangan antara pencipta lagu dan penyanyi atau pemusik, dengan mengungkapkan bahwa dulu pencipta lagu dihargai sangat rendah, bahkan hanya Rp25 ribu per lagu dengan sistem jual putus, di mana produser bebas menggunakan lagu tanpa royalti lanjutan bagi penciptanya. Ia berharap bukunya dapat menjadi panduan berdasarkan pengalaman nyata untuk perbaikan tata kelola royalti, khususnya bagi para pencipta lagu senior yang hidupnya kerap memprihatinkan.

Acara peluncuran buku ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari dunia musik dan pemerintahan, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Guntur Soekarnoputra, serta musisi senior seperti Nia Daniati, Ermy Kulit, Vonny Sumlang, Andre Hehanusa, Obbie Mesakh, Chandra Darusman, Dwikki Dharmawan, Lisa A. Riyanto, dan Reynold Panggabean. Salah satu dukungan paling disorot datang dari diva pop Kris Dayanti, yang hadir untuk memberikan apresiasinya kepada Enteng Tanamal.

Kris Dayanti mengenang peran besar Enteng Tanamal di awal kariernya. Ia menceritakan bahwa Tanamal adalah sosok yang membantunya membuat paspor pertama kali untuk mengikuti ajang Asia Bagus di Singapura. Saat itu, Enteng Tanamal juga menjabat sebagai juri yang mewakili Indonesia di kompetisi tersebut, di mana Kris Dayanti berhasil meraih kemenangan pertamanya. Kris Dayanti menyatakan bahwa buku biografi Enteng Tanamal ini hadir di waktu yang tepat, mengingat pentingnya edukasi mengenai hak cipta dan royalti di industri musik.