
Aktor muda El Ikmal Gionino mengungkapkan tantangan signifikan dalam memerankan karakter di serial sejarah "Jalur Langit" yang tayang di aplikasi Reelbuz, khususnya terkait penggunaan bahasa. Gionino menyebutkan bahwa kesulitan utama terletak pada keharusan menggunakan bahasa yang sangat formal dan kuno, tidak mengizinkan improvisasi, serta harus sesuai dengan konteks zaman dahulu, seperti yang disampaikannya pada 26-27 Agustus 2025. Pemeran Raka Damar Langit, seorang pejuang yang membebaskan rakyat dari sistem tanam paksa kolonial Belanda, ini menegaskan bahwa tuntutan keakuratan bahasa menjadi elemen krusial dalam membangun otentisitas karakter sejarah yang nyaris terlupakan.
Kesulitan yang dihadapi Gionino menggarisbawahi upaya industri serial Indonesia dalam mencapai kematangan produksi, terutama untuk genre sejarah yang menuntut ketelitian detail. Serial "Jalur Langit" sendiri merupakan proyek kedua bagi Gionino, yang memulai kariernya sebagai model dan kreator konten sebelum terjun ke dunia akting. Pergeseran dari konten yang lebih kontemporer ke narasi sejarah menuntut adaptasi mendalam pada aktor, tidak hanya dari segi akting fisik tetapi juga interpretasi dialog yang jauh berbeda dari keseharian.
Fenomena ini merefleksikan dinamika yang lebih luas dalam industri film dan serial di Indonesia, yang terus berupaya meningkatkan kualitas produksinya di tengah gempuran konten global dan ekspektasi penonton yang semakin tinggi. Meskipun platform Over-The-Top (OTT) seperti WeTV telah membuka peluang bagi konten lokal untuk menjangkau audiens internasional, seperti yang diungkapkan Country Head WeTV dan iflix Indonesia Lesley Simpson pada tahun 2021, tantangan dalam produksi tetap ada. Simpson sebelumnya menyoroti isu keamanan kru dan pemain, sementara secara lebih umum, industri juga menghadapi hambatan pendanaan dan distribusi yang belum merata. Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa pada 11 November 2025 juga menyoroti tumpang tindih regulasi antara Lembaga Sensor Film (LSF) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang dapat mengakibatkan kerugian bagi rumah produksi dan menghambat kreativitas sineas nasional.
Komitmen terhadap akurasi historis, termasuk penggunaan bahasa, menjadi salah satu indikator kedewasaan sebuah produksi. Netflix, sebagai pemain global, menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan industri lokal di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dengan menciptakan peluang bagi pembuat film dan memberikan pelatihan keterampilan bagi staf produksi di semua tingkatan. Malobika Banerji, Kepala Konten SEA di Netflix, menyatakan pada Mei 2024 bahwa investasi berkelanjutan mereka bertujuan untuk melihat pertumbuhan industri lokal dan memungkinkan cerita-cerita penting dari Asia Tenggara dibagikan di panggung global. Tantangan bahasa yang disebutkan Gionino menunjukkan bahwa detail artistik sekecil apa pun memiliki dampak besar terhadap integritas cerita dan penerimaan penonton.
Implikasi jangka panjang dari tantangan semacam ini adalah peningkatan standar akting dan produksi di Indonesia. Aktor seperti Gionino, yang berjuang dengan kekakuan bahasa demi peran sejarah, secara tidak langsung berkontribusi pada pengembangan keterampilan aktor muda dalam menghadapi karakter yang kompleks dan menuntut. Ini juga mendorong rumah produksi untuk berinvestasi lebih dalam pada riset dan bimbingan akting yang spesifik untuk genre sejarah. Di usia 22 tahun, Gionino sendiri memproyeksikan diri tidak hanya sebagai aktor tetapi juga sebagai pebisnis di masa depan, mengambil inspirasi dari aktor senior seperti Reza Rahardian dan Jefri Nichol. Upaya ini krusial agar sinema dan serial Indonesia dapat bersaing lebih kuat di kancah internasional, menawarkan narasi lokal dengan kualitas global.