
Di tengah sorotan industri manga global yang terus berkembang, beberapa seniman di baliknya memilih untuk tetap berada dalam bayang-bayang, menyembunyikan identitas asli mereka dari publik. Fenomena ini menambah lapisan misteri sekaligus menjaga privasi para kreator di balik karya-karya populer.
Salah satu mangaka yang dikenal menjaga ketat identitas personalnya adalah Gege Akutami, kreator di balik serial "Jujutsu Kaisen". Meskipun karyanya meraih kesuksesan besar, Akutami jarang tampil di hadapan publik dan detail mengenai kehidupan pribadinya sangat minim. Bahkan, baru-baru ini, seorang komikus rekan membocorkan bahwa jenis kelamin Akutami adalah perempuan. Dalam catatan penulisnya, Akutami sering digambarkan dengan avatar kucing bermata satu, semakin menambah misteri seputar sosoknya.
Kemudian ada ONE, otak di balik serial fenomenal "One-Punch Man" dan "Mob Psycho 100". ONE menggunakan nama pena dan dikenal sangat jarang menunjukkan wajahnya ke publik. Meskipun ia sesekali muncul dalam acara penghargaan, ia selalu menahan diri untuk tidak mengungkapkan nama aslinya. Kolaborasi ONE dengan Yusuke Murata sebagai ilustrator "One-Punch Man" versi serialisasi telah membawa karyanya ke tingkat popularitas yang lebih tinggi. Identitas aslinya sempat dispekulasikan sebagai Tomohiro, seorang komikus yang pernah berkarya di majalah Fun He.
Sui Ishida, mangaka di balik serial fantasi gelap "Tokyo Ghoul" dan "Choujin X", juga termasuk di antara mereka yang konsisten tidak menunjukkan wajahnya kepada media dan publik. Terlahir pada 28 Desember 1986 di Fukuoka, Jepang, Ishida dikenal tetap ramah dalam menanggapi surat-surat dari penggemar meskipun menjaga anonimitasnya. Ia juga terlibat dalam pengembangan permainan video "Jack Jeanne" sebagai kreator cerita asli, perancang karakter, dan penulis lirik lagu. Pada tahun 2016, Ishida bahkan membuat storyboard 69 halaman untuk cerita sampingan "Hunter x Hunter" yang berpusat pada karakter Hisoka.
Tsugumi Ohba, penulis di balik mahakarya seperti "Death Note" dan "Bakuman", juga merupakan sosok yang identitasnya sangat dilindungi. Informasi publik mengenai Ohba sangat terbatas, yang secara efektif telah menciptakan aura misteri di sekeliling namanya. Tingkat kerahasiaan ini sejalan dengan tema-tema intrik dan teka-teki yang sering ditemukan dalam karya-karyanya.
Terakhir, Koyoharu Gotouge, kreator dari serial "Kimetsu no Yaiba" (Demon Slayer) yang sangat sukses, juga memilih untuk menyembunyikan identitas aslinya dari sorotan publik. Gotouge sering merepresentasikan dirinya dengan avatar buaya berkacamata dalam catatan penulis. Keputusan untuk menjaga anonimitas ini memungkinkan Gotouge untuk fokus pada penceritaan dan pengembangan dunia "Kimetsu no Yaiba" tanpa gangguan tekanan publik.
Bagi banyak mangaka ini, menjaga identitas asli adalah cara untuk melindungi privasi mereka dan keluarga, serta memungkinkan mereka untuk berkarya dengan tenang tanpa harus berhadapan langsung dengan popularitas atau ekspektasi publik yang besar. Penggunaan nama pena dan penolakan untuk tampil di depan umum menjadi bagian dari "kebebasan" artistik yang mereka pilih.