Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bara Valentino Merana: Rindu Panggilan Video Ayah Tiada Usai Syuting

2025-12-31 | 19:23 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T12:23:31Z
Ruang Iklan

Bara Valentino Merana: Rindu Panggilan Video Ayah Tiada Usai Syuting

Aktor dan presenter Bara Valentino menyampaikan kerinduan mendalam atas mendiang ayahnya, Barakatullah Valentino Peter, yang meninggal dunia di Afghanistan pada awal Maret 2025. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah wawancara di Studio Rumpi: No Secret TTV Kapten P Tendean pada Selasa, 30 Desember 2025, di mana ia secara spesifik mengungkapkan kesedihan karena kehilangan momen panggilan video rutin setelah selesai syuting.

"Ya sekarang tiap pulang syuting itu sedih karena gak bisa video call lagi sama ayah, almarhum, gak bisa dengar suaranya lagi," tutur Bara Valentino dengan nada lirih. Kebiasaan berbincang melalui panggilan video menjadi ritual harian bagi Bara, yang kini menjadi kenangan pahit di tengah kesibukannya di industri hiburan. Momen ini menandai berakhirnya tahun pertama tanpa kehadiran sosok ayah yang sangat diidolakannya, sebuah kehilangan yang dirasakan begitu berat.

Kepergian Barakatullah Valentino Peter terjadi setelah Bara sempat berjuang untuk menjenguk sang ayah di Afghanistan pada tahun 2024. Meskipun kondisi politik di Afghanistan pasca-perubahan pemerintahan sempat menimbulkan keraguan, Bara tetap memutuskan untuk pulang demi bertemu ayahnya. Ia menghabiskan waktu sekitar tiga minggu untuk berinteraksi intensif dengan ayahnya, sebuah periode yang kini menjadi momen berharga yang tak tergantikan. Bara juga mengungkapkan bahwa ayahnya adalah sosok yang tegar dan tidak pernah mengeluh tentang kondisinya. "Saat lagi baik-baik saja telepon kita atau video call bilang alhamdulillah semakin baik, sudah sehat, tapi tahu-tahu sudah pulang ke Afganistan," kenangnya, menunjukkan ketabahan sang ayah dalam menghadapi penyakit.

Lima hari setelah kembali ke Indonesia dan berpamitan dengan sang ayah yang masih dalam kondisi sehat, Bara menerima kabar duka tersebut. Kata-kata terakhir ayahnya kepada Bara, yang selalu diingatnya, adalah pesan untuk "Jaga ibu kamu. Selalu akrab sama saudara-saudara." Sebagai anak bungsu yang selalu dimanjakan, kehilangan ini menyisakan duka yang mendalam.

Kerinduan Bara Valentino menyoroti dampak psikologis yang signifikan dari kehilangan orang tua pada usia dewasa, terlebih bagi seorang figur publik yang dituntut untuk tetap profesional di hadapan kamera. Ritual panggilan video yang hilang bukan sekadar rutinitas, melainkan representasi dari ikatan emosional kuat yang terjaga melintasi jarak geografis. Dalam wawancara sebelumnya pada awal tahun 2025, Bara juga sempat mengungkapkan kesedihannya menjalani Ramadan pertama tanpa ayahnya, menegaskan bahwa proses berduka adalah perjalanan panjang. "Ini adalah tahun pertama menjalankan Ramadan tanpa idola nomor satu di hidup. Ya pastinya sedih, sekarang alhamdulillah ayah sudah senang, nggak sakit lagi. Paling kangen keberadaannya dan suaranya. Ya gimana ya, mau gimana ya, orang kalau kehilangan ayah pasti kangen dan sedih," pungkasnya. Hal ini menggarisbawahi bagaimana kehilangan seorang figur sentral dalam keluarga dapat mempengaruhi kesejahteraan emosional individu, bahkan di tengah gemerlap dunia hiburan.