:strip_icc()/kly-media-production/medias/4538412/original/018121800_1692082169-Taeil-3-1.jpg)
Mahkamah Agung Korea Selatan pada Jumat, 26 Desember 2025, secara final menolak banding yang diajukan oleh Moon Taeil, mantan anggota grup K-pop NCT, dan dua rekannya. Keputusan ini mengukuhkan vonis penjara tiga tahun enam bulan bagi Taeil atas dakwaan pemerkosaan kuasi khusus yang diperberat. Dengan penolakan banding terakhir ini, Taeil akan tetap menjalani hukuman di penjara, menandai berakhirnya proses hukum yang telah menarik perhatian luas publik dan industri hiburan.
Kasus ini bermula dari insiden yang terjadi pada Juni 2024. Taeil dan dua temannya, yang diidentifikasi dengan nama keluarga Lee dan Hong, didakwa melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita asing yang tidak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol. Menurut temuan pengadilan, ketiga pria tersebut bertemu korban, seorang turis asing, di sebuah pub di Itaewon, Seoul. Setelah korban mabuk berat, ia dibawa dengan taksi ke kediaman salah satu terdakwa di Bangbae-dong, Seoul, di mana tindak pemerkosaan berantai dilakukan.
Dakwaan "pemerkosaan kuasi khusus yang diperberat" merujuk pada tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh dua orang atau lebih, atau terhadap korban yang tidak mampu melawan karena ketidaksadaran atau faktor lainnya. Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Juli 2025 menjatuhkan hukuman penjara tiga setengah tahun kepada Taeil dan rekan-rekannya, dengan mencatat parahnya kejahatan dan bahwa para pelaku memanfaatkan kondisi korban yang mabuk dan tidak berdaya. Pengadilan juga menyatakan bahwa korban, seorang turis asing di lokasi yang tidak dikenal, kemungkinan besar menderita trauma psikologis yang signifikan.
Setelah putusan awal, ketiga terdakwa mengajukan banding. Namun, Pengadilan Tinggi Seoul pada Oktober 2025 menolak banding tersebut, mempertahankan keputusan pengadilan tingkat pertama. Mereka kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Agung, yang pada akhirnya ditolak atas dasar prosedur, secara efektif mengukuhkan hukuman penjara.
Sebelumnya, pada Agustus 2024, SM Entertainment, agensi yang menaungi NCT, mengumumkan bahwa Taeil telah dikeluarkan dari grup setelah tuduhan tersebut muncul. Agensi menyatakan bahwa "mengingat keseriusan masalah ini, melanjutkan aktivitas grup tidak lagi memungkinkan." Taeil telah bergabung dengan NCT sejak debutnya pada tahun 2016 dan aktif dalam unit NCT U dan NCT 127.
Selain hukuman penjara, Taeil dan kedua rekannya diperintahkan untuk menyelesaikan 40 jam program perawatan kekerasan seksual dan dilarang bekerja di lembaga yang berhubungan dengan anak-anak, remaja, atau orang cacat selama lima tahun. Putusan ini menggarisbawahi komitmen sistem hukum Korea Selatan dalam menangani kejahatan kekerasan seksual, terutama yang melibatkan figur publik. Kasus ini juga memperkuat tekanan yang dihadapi oleh para idola K-pop untuk mempertahankan standar moral dan etika yang tinggi, dengan konsekuensi berat bagi pelanggaran hukum serius yang dapat mengakhiri karier mereka.