
Kabar gembira datang dari industri perfilman Tanah Air dengan film horor terbaru garapan Baim Wong, "Sukma", berhasil menembus angka fantastis 560.639 penonton. Pencapaian ini diraih hanya dalam waktu kurang dari dua minggu sejak penayangannya pada 11 September 2025. Baim Wong menyampaikan rasa bangganya atas kesuksesan ini, terutama karena film tersebut mampu bersaing ketat dengan film horor populer Hollywood.
"Alhamdulillah, film Sukma tembus 560 ribu penonton," ujar Baim Wong. Ia menekankan bahwa fokus utama timnya adalah pada kualitas, bukan sekadar popularitas. Baim berharap "Sukma" dapat semakin dikenal dan disejajarkan dengan film-film internasional.
"Sukma" merupakan film horor yang disutradarai dan diproduseri oleh Baim Wong di bawah bendera Tiger Wong Entertainment. Film ini mengangkat kisah Arini, yang diperankan oleh Luna Maya, seorang perempuan yang baru saja pindah ke sebuah kota kecil untuk memulai kehidupan baru. Namun, ketenangan itu seketika sirna saat Arini dan keluarganya menemukan sebuah cermin kuno tersembunyi di ruang rahasia rumah baru mereka. Cermin tersebut memicu teror gaib dan menghadirkan sosok Ibu Sri yang diperankan oleh Christine Hakim, yang menyimpan rahasia besar terkait ritual ngalih raga untuk kembali muda.
Proses produksi "Sukma" digarap serius dan memakan waktu panjang. Penulisan skenario memakan waktu hampir satu setengah tahun, sementara proses produksi hingga selesai membutuhkan waktu sekitar satu tahun penuh. Baim Wong mengungkapkan bahwa aspek teknis seperti grading, coloring, hingga musik digarap dengan standar internasional. Penggunaan efek CGI juga menjadi salah satu fokus utama, dengan pengerjaan yang memakan waktu delapan bulan untuk menghasilkan kualitas visual yang setara dengan film-film internasional.
Deretan aktor dan aktris papan atas turut membintangi film ini, antara lain Luna Maya, Christine Hakim, Oka Antara, Kimberly Ryder, Asri Welas, Khrisna Keitaro, Anna Jobling, dan Fedi Nuril. Baim Wong memilih para pemain bukan hanya karena nama besar, melainkan berdasarkan kemampuan akting mereka yang dianggap sangat cocok dengan karakter masing-masing. Luna Maya sendiri mengaku tertarik dengan film ini karena mengangkat isu kecantikan dan penerimaan diri, yang menurutnya jarang disentuh film horor.
Dengan pencapaian ini, Baim Wong membuktikan bahwa CGI buatan Indonesia juga bisa memukau dan mampu bersaing di kancah global. Ia berharap "Sukma" tidak hanya sukses secara komersial, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap film lokal.