:strip_icc()/kly-media-production/medias/3310889/original/031948500_1606715622-EniCsyeVcAAGk1M.jpg)
Kembalinya BTS sebagai grup penuh ke panggung hiburan global pada awal 2026 dibayangi oleh serangkaian tantangan multifaset, mulai dari dampak jeda wajib militer terhadap dinamika pasar K-pop hingga tekanan untuk mempertahankan dominasi budaya di tengah ekspektasi yang melonjak dan gejolak internal yang dilaporkan. Setelah semua tujuh anggota menyelesaikan tugas wajib militer mereka pada Juni 2025, dengan Suga menjadi yang terakhir pada 21 Juni 2025, grup ini kini menghadapi lanskap industri yang telah bergeser dan basis penggemar yang menuntut lebih dari sekadar reuni.
Perdebatan selama bertahun-tahun mengenai pengecualian layanan militer bagi bintang K-pop global seperti BTS telah menyoroti dilema antara kewajiban warga negara dan pengakuan kontribusi budaya signifikan yang mereka berikan kepada Korea Selatan. Meskipun para anggota pada akhirnya memilih untuk memenuhi tugas mereka, keputusan ini memicu diskusi nasional yang mendalam tentang dampak jeda dua tahun terhadap karir individu dan industri secara keseluruhan. Bang Si-hyuk, Chairman HYBE Corporation, mengakui pada Maret 2023 bahwa absennya BTS telah menyebabkan perlambatan pertumbuhan global K-pop, terlihat dari penurunan peringkat dan penjualan album. Absennya mereka juga bertepatan dengan penurunan nilai pasar dan penjualan fisik CD yang tajam dalam industri K-pop, yang menurut analis menjadi faktor kunci dalam perjuangan industri tersebut di samping inflasi dan ketergantungan pada pasar Tiongkok.
Dengan semua anggota kini telah menyelesaikan wajib militer — Jin pada Juni 2024, J-Hope pada Oktober 2024, RM dan V pada 10 Juni 2025, serta Jimin dan Jungkook pada 11 Juni 2025 — harapan akan kebangkitan kembali global grup ini sangat tinggi. RM mengkonfirmasi pada Agustus 2025 bahwa grup sedang mengerjakan album baru, dan Jimin mengumumkan pada November 2025 bahwa musik untuk album tersebut telah selesai, dengan rencana rilis awal 2026. HYBE juga secara simbolis menampilkan pesan "WE ARE BACK" di markas besar mereka pada Juni 2025, menandai akhir dari masa jeda.
Namun, periode pasca-wajib militer telah ditandai oleh "kontroversi pribadi dan pengawasan publik" yang mengekspos "garis patahan dalam fandom terkait privasi, akuntabilitas, dan tekanan yang dihadapi grup yang setiap gerakannya memiliki bobot global," demikian laporan The Korea Times pada Desember 2025. Salah satu insiden yang muncul adalah denda 15 juta won yang dikenakan kepada Suga pada tahun 2024 karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol dengan skuter listrik. Selain itu, RM secara terbuka menyuarakan "frustrasi" pada Desember 2025 karena merasa "terjebak dalam keadaan persiapan yang abadi" meskipun wajib militer telah selesai. Pernyataan ini mengisyaratkan adanya tantangan dalam proses comeback grup yang mungkin lebih kompleks daripada yang terlihat dari luar, memicu pertanyaan tentang dinamika internal dan manajemen ekspektasi.
Implikasi jangka panjang dari jeda militer dan tekanan untuk berinovasi tetap menjadi perhatian. Para ahli industri mencatat bahwa idola K-pop sering kesulitan mendapatkan kembali popularitas dan harus "menemukan kembali diri mereka" setelah wajib militer, karena selera publik dapat berubah dan penggemar menjadi sangat menuntut. Kembalinya mereka sering diperlakukan sebagai "debut ulang," yang berarti mereka harus membuktikan daya tarik mereka sekali lagi. Kembalinya BTS penuh tim pada 2026 bukan hanya sekadar reuni, tetapi juga ujian kemampuan mereka untuk menavigasi kompleksitas industri yang berkembang, memenuhi ekspektasi global yang masif, dan mengatasi tantangan internal untuk menegaskan kembali posisi mereka sebagai kekuatan budaya yang tak tertandingi.