
Penyanyi cilik Annisa Dalimunthe, 6 tahun, tampil sebagai penampil khusus dan pembuka pada acara Indonesia Fashion Runway (IFR) 2025 di Museum Mandiri, Kota Tua, Jakarta, akhir pekan lalu, meluncurkan single terbarunya berjudul "Anugerah Terindah" sebagai bentuk dukungan terhadap desainer lokal dan membawa pesan persatuan bangsa. Penampilannya menandai integrasi strategis antara industri musik dan mode, memanfaatkan platform fesyen untuk resonansi artistik dan sosial.
Kehadiran Annisa di panggung IFR 2025 bukan sekadar peragaan bakat musikalnya, melainkan sebuah pernyataan tentang peran seni dalam mendukung industri kreatif lainnya. Acara yang digelar di lokasi bersejarah ini menyediakan latar yang kontras namun relevan bagi pesan mendalam yang dibawa oleh lagu tersebut. Dalam keterangan resmi, Annisa menyatakan ketertarikannya berpartisipasi adalah kesempatan untuk mendukung desainer lokal sebagai tujuan utama, di samping melatih kepercayaan diri untuk masa depan.
Lagu "Anugerah Terindah" yang diciptakan oleh Posan Tobing, menyoroti pesan persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Lagu ini juga menekankan pentingnya memelihara cinta antara anak dan orang tua, sebuah fondasi bagi pembentukan bangsa yang besar dan bahagia. Peluncuran resmi single ini telah dilakukan bulan lalu, dengan sambutan positif dari publik, terlihat dari komentar-komentar yang membanjiri media sosialnya. Posan Tobing sendiri menyoroti krisis lagu anak-anak yang relevan di Indonesia, menjadikan karya ini sebagai upaya mengisi kekosongan tersebut.
Sejak usia muda, Annisa Dalimunthe telah menunjukkan prestasi signifikan di kancah internasional, termasuk partisipasi dalam Bangkok Kids International Fashion Show, Malaysia Kids Fashion Show, hingga Paris Fashion Show pada Oktober 2025. Keterlibatannya di IFR 2025 juga mencakup peran sebagai model _catwalk_ bersama desainer nasional seperti Athan Siahaan dan Henjule Collection. Perpaduan aktivitasnya di dunia musik dan mode menunjukkan sebuah tren artis muda yang tidak membatasi diri pada satu bidang seni.
Integrasi musik dan mode seperti yang ditunjukkan Annisa Dalimunthe di IFR 2025 mencerminkan fenomena global yang semakin berkembang. Kolaborasi lintas industri semacam ini menjadi strategi efektif untuk memperluas jangkauan audiens dan menciptakan resonansi budaya yang lebih luas. Di Indonesia, tren ini juga terlihat dari kolaborasi antara grup idola K-Pop VVUP dengan merek fesyen Mark & Lona pada Desember 2025, yang memadukan energi musik K-Pop dengan gaya hidup modern melalui busana _sporty luxury_. Hubungan antara fesyen dan musik telah lama terjalin, di mana penampilan visual seringkali memperkuat pesan artis dan desainer terinspirasi dari subkultur musik.
Fenomena ini tidak hanya menciptakan _brand awareness_ bagi merek fesyen, tetapi juga memberikan platform inovatif bagi musisi untuk memperkenalkan karya baru dan mengomunikasikan pesan mereka. Strategi Annisa Dalimunthe dalam menggunakan panggung fesyen untuk meluncurkan lagu dengan pesan moral adalah langkah cerdas yang berpotensi membentuk persepsi publik tentang peran artis cilik dalam lanskap hiburan kontemporer. Ini juga menyoroti potensi pasar bagi lagu anak-anak yang relevan, sekaligus menginspirasi kolaborasi lebih lanjut antara seni pertunjukan dan desain.