
Aktor sekaligus penyanyi Ageng Kiwi berhasil mencuri perhatian lewat perannya sebagai Kepala Desa dalam film horor terbaru garapan Helfi Kardit, "Menjelang Magrib 2". Film ini, yang juga dikenal dengan judul "Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai", mulai tayang pada 4 September 2025. Ageng Kiwi didapuk menjadi seorang Kepala Desa, sebuah peran yang diakuinya sebagai tantangan baru dan berbeda dari karakter antagonis yang kerap ia lakoni sebelumnya.
Dalam pemutaran nonton bareng di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, pada Sabtu (30/8/2025), Ageng mengungkapkan bahwa ia berusaha berakting dengan jujur sesuai karakter, membangun kepekaan rasa, dan memerankan tokoh sesuai arahan sutradara. Totalitasnya terlihat dari kesediaannya memotong rambut menjadi pendek demi penampilan yang sesuai dengan karakter Kepala Desa. Ageng Kiwi menyebut perannya di "Menjelang Magrib 2" ini sebagai kado ulang tahun paling spesial di usianya yang ke-55.
"Menjelang Magrib 2" disutradarai, diproduseri, dan skenarionya ditulis langsung oleh Helfi Kardit. Film ini bukan sekadar horor biasa dengan jumpscare, melainkan menyuguhkan horor dengan nuansa psikologis yang lebih dalam, mengangkat tema-tema mendalam, dan memiliki gaya penceritaan yang unik. Ageng Kiwi memuji film ini karena menyajikan cerita yang menyentuh emosi serta mengangkat elemen sejarah, pendidikan, budaya, dan trauma sosial yang diinspirasi dari kisah-kisah dan mitos masa lalu.
Latar belakang cerita film ini mengambil setting tahun 1920, di masa Hindia Belanda, saat Universitas Stovia mulai melahirkan dokter-dokter pribumi. Kisahnya berpusat pada Giandra (Aditya Zoni), seorang dokter muda lulusan Stovia, yang berupaya menolong seorang gadis bernama Layla (Aisha Kastolan) di Desa Karuhun yang dipasung. Pemasungan pada masa itu dianggap sebagai bagian dari penyembuhan gangguan jiwa, seringkali dibarengi dengan praktik mistis yang dipimpin seorang dukun, yang tentu saja bertentangan dengan pandangan ilmiah Giandra. Film ini juga dibintangi oleh Aditya Zoni, Aurelia Lourdes, Muthia Datau, Fendy Pradana, Ajeng Fauziah, Shania Sree, Valdi Mulia, Ratu Dewi Imasy, dan Dandy Sahputra. Proses syuting sebagian besar dilakukan di pedesaan wilayah pegunungan Papandayan, Garut, Jawa Barat, dalam kondisi cuaca dingin dan curah hujan tinggi.
Ageng Kiwi mengajak masyarakat luas untuk menonton film "Menjelang Magrib 2", bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga karena pesan moral dan sinematik yang kuat di dalamnya.