
Musisi sekaligus produser Aan Story bersama penyanyi Vionita Sihombing merilis album bertajuk "Terapi Hati" secara digital pada 17 September 2025 di seluruh platform streaming. Inisiatif kolaboratif ini menghadirkan perpaduan lirik dan aransemen musik yang dirancang untuk menawarkan ruang aman serta penyembuhan emosional bagi pendengar. Album yang terdiri dari 10 lagu, termasuk sembilan lagu lama yang diaransemen ulang dan satu lagu baru berjudul sama, merupakan refleksi perjalanan emosional Aan Story sendiri.
Aan Story, pencipta lagu dan produser yang dikenal melalui Kece Entertainment, menyatakan harapannya agar album ini dapat "memeluk" pendengar. "Musik punya kekuatan menyembuhkan, dan aku ingin jadi bagian dari proses itu," ujarnya. Ia mengemukakan bahwa "Terapi Hati" dirancang sebagai teman dalam keheningan, penyemangat di tengah kegelisahan, dan pelipur lara saat dunia terasa berat, serta ajakan untuk berdamai dengan diri sendiri. Vionita Sihombing, pemenang The Voice Indonesia musim keempat, dipercaya membawakan seluruh lagu dalam album ini berkat karakter vokalnya yang kuat namun lembut, yang mampu menghadirkan nuansa emosional mendalam. Kolaborasi ini menandai langkah Vionita sebagai representasi suara generasi yang ingin didengar dan dimengerti.
Lagu utama "Terapi Hati" sendiri mengisahkan konflik batin yang timbul ketika cinta dan persahabatan saling berbenturan, sebuah tema yang relevan dengan pergulatan emosional banyak individu. Aan Story, yang sebelumnya memecahkan rekor MURI sebagai pencipta lagu dengan kolaborasi figur nasional terbanyak dan meraih penghargaan Collaboration of The Year di Indonesia Music Awards 2023, menunjukkan konsistensinya dalam menyajikan karya yang menyentuh. Sementara itu, Vionita Sihombing, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat tahun 2019, telah membangun reputasi vokal yang khas dan penuh penghayatan sejak debut singelnya "Jangan Muncul Muncul Lagi" pada tahun 2020.
Konsep "terapi hati" melalui musik ini selaras dengan peningkatan kesadaran global akan peran musik dalam kesehatan mental. Terapi musik, menurut American Music Therapy Association, adalah penggunaan intervensi musik secara klinis dan berbasis bukti untuk mencapai tujuan individual, baik kognitif, fisik, emosional, maupun sosial. Praktik ini terbukti membantu individu yang menghadapi depresi, trauma, kecemasan, hingga gangguan stres pascatrauma, dengan menciptakan ruang ekspresi nonverbal dan mengembangkan mekanisme koping. Meskipun jumlah terapis musik di Indonesia masih terbatas dan biayanya cenderung eksklusif, popularitas terapi musik terus meningkat.
Peluncuran album "Terapi Hati" oleh Aan Story dan Vionita Sihombing memperkaya lanskap musik pop Indonesia dengan narasi yang berorientasi pada kesejahteraan emosional. Ini menunjukkan evolusi industri musik lokal yang tidak hanya berfokus pada hiburan semata, tetapi juga mencoba mengisi kekosongan akan konten yang suportif dan terapeutik. Album semacam ini berpotensi membuka diskusi lebih luas mengenai kesehatan mental dan mendorong musisi lain untuk mengeksplorasi tema-tema serupa, sekaligus memperkuat peran musik sebagai medium penyembuhan yang mudah diakses oleh publik. Album ini bukan sekadar koleksi lagu, melainkan upaya artistik untuk menjembatani perasaan-perasaan sulit dan menyampaikan pesan bahwa pendengar tidak sendirian dalam menghadapi luka batin.