:strip_icc()/kly-media-production/medias/5455808/original/033060800_1766733913-drakor.jpg)
Industri drama Korea Selatan di tahun 2025 mencatat pergeseran signifikan dalam lanskap hiburan global, dengan enam judul serial televisi dan platform streaming yang tidak hanya meraih rating tinggi, tetapi juga mendominasi percakapan daring dan menghasilkan fenomena meme di media sosial. Fenomena ini menggarisbawahi bahwa daya tarik plot yang kuat dan eksekusi produksi yang matang kini lebih berpengaruh dibandingkan sekadar popularitas bintang, sebuah tren yang disorot oleh para analis industri.
Dominasi drama Korea di "Year in Search" Google menegaskan daya tarik global yang terus menguat, ditandai dengan peningkatan pencarian yang signifikan untuk judul-judul tertentu berkat alur cerita unik dan diskusi hangat di platform digital. "Bon Appétit, Your Majesty," yang dibintangi Lim YoonA dan Lee Chae-min, menjadi salah satu fenomena utama, mencapai rating puncak impresif 17,1 persen pada episode terakhirnya di akhir September dan viral di media sosial setiap episode baru tayang. Drama bergenre romantis-fantasi-sejarah ini memikat penonton dengan kisah koki modern yang terlempar ke era Joseon dan intrik istana yang memadukan elemen kuliner dan romansa. Kritikus memuji akting komedi YoonA dan penampilan solid Lee Chae-min, menjadikannya "penyelamat" tvN.
Serial lain yang mendefinisikan ulang kesuksesan di tahun 2025 adalah "When Life Gives You Tangerines." Meskipun tayang langsung di platform OTT Netflix, drama yang dibintangi IU dan Park Bo-gum ini tidak hanya menduduki peringkat teratas di Korea dan Indonesia, tetapi juga masuk dalam empat besar global sebagai serial Netflix paling banyak ditonton. Kisah romansa nostalgia yang melintasi dekade dengan latar belakang Pulau Jeju ini disebut sebagai "penyembuh hati" oleh banyak penonton, dengan kekuatan yang terletak pada kesederhanaan emosional, pilihan hidup, dan koneksi yang hilang.
Di genre medis, "The Trauma Code: Heroes on Call" meraih popularitas luar biasa meskipun hanya tayang di platform OTT, memicu permintaan kuat dari penonton untuk musim kedua. Drama ini, yang mengisahkan ahli bedah trauma jenius Baek Kang-hyuk, digambarkan penuh aksi seperti pahlawan super, dan viral di media sosial. Sementara itu, "Love Scout" dari SBS mengukuhkan genre romansa kantor dengan rating stabil 12 persen, menjadi miniseri terpopuler di slot Jumat. Drama ini menyuguhkan dinamika unik antara seorang CEO workaholic dan sekretarisnya yang berstatus ayah tunggal.
Dalam kategori thriller politik, "Buried Hearts" menarik perhatian dengan rating tinggi 15,4 persen, menyoroti intrik kekuasaan dan dana gelap sebesar 2 triliun won. Drama ini menyoroti Seo Dong-ju yang terperangkap dalam konspirasi politik besar, dengan plot yang penuh pengkhianatan dan ambisi kekuasaan. Terakhir, "Study Group" mencuat sebagai drama sekolah adaptasi webtoon yang berbeda, dengan rating yang kuat dan perbincangan signifikan. Drama ini menyoroti realitas keras dunia sekolah yang dipenuhi kekerasan dan hierarki sosial, dibalut dengan adegan aksi intens dan kritik terhadap sistem pendidikan. Yoon Ga-min, siswa yang bercita-cita belajar tetapi memiliki kemampuan bela diri luar biasa, membentuk kelompok belajar bukan hanya untuk akademik tetapi untuk bertahan hidup.
Pergeseran preferensi penonton pada tahun 2025 menunjukkan bahwa daya tarik alur cerita yang unik dan eksekusi produksi berkualitas kini menjadi faktor penentu utama kesuksesan, melampaui daya tarik nama besar. Popularitas platform streaming over-the-top (OTT) juga berperan krusial dalam menyebarkan konten viral, memungkinkan drama-drama seperti "When Life Gives You Tangerines" dan "The Trauma Code: Heroes on Call" mencapai audiens global tanpa terikat rating televisi tradisional. Analisis para pakar dari survei Joy News 24 yang melibatkan 110 profesional industri hiburan menunjukkan bahwa produksi drama Korea semakin variatif dan memanfaatkan riset mendalam dalam pengembangan naskah. Ini mengindikasikan bahwa industri K-drama terus beradaptasi, menawarkan narasi yang lebih kaya dan relevan secara sosial, serta mendorong batasan artistik dan teknis.