:strip_icc()/kly-media-production/medias/5332444/original/041238000_1756482127-Dragon-Ball-Super_Super-Hero---Main-KV---Mobile.jpg)
Film anime Dragon Ball Super: Super Hero kini tersedia secara eksklusif di Vidio, menawarkan petualangan terbaru bagi penggemar jagat Dragon Ball. Film ini menyajikan alur cerita yang berpusat pada bangkitnya kembali Tentara Pita Merah, organisasi jahat yang sebelumnya telah dihancurkan oleh Son Goku.
Kisah Dragon Ball Super: Super Hero dimulai dengan Komandan Magenta, putra dari mendiang Komandan Red, yang bertekad untuk menghidupkan kembali pasukannya dan membalas dendam. Untuk mencapai tujuannya, Magenta merekrut Dr. Hedo, seorang ilmuwan jenius dan cucu dari Dr. Gero, yang terobsesi dengan pahlawan super. Dr. Hedo kemudian menciptakan dua android kuat bernama Gamma 1 dan Gamma 2, yang menyebut diri mereka "Super Heroes".
Saat Son Goku dan Vegeta sedang menjalani pelatihan di Planet Beerus di bawah pengawasan Whis, fokus cerita beralih ke Son Gohan dan Piccolo. Piccolo menyadari bahwa Gohan tidak lagi mengasah kemampuan bertarungnya di tengah kedamaian Bumi. Piccolo kemudian menyusup ke markas Tentara Pita Merah untuk menyelidiki aktivitas mereka dan mengetahui rencana jahat mereka. Dalam upaya untuk melibatkan Gohan, Piccolo secara strategis "menculik" Pan, putri Gohan. Hal ini memicu Gohan untuk beraksi bersama Piccolo, menghadapi duo android Gamma 1 dan Gamma 2 serta Tentara Pita Merah. Dalam pertarungan klimaks, Piccolo mencapai bentuk baru yang disebut Orange Piccolo, sementara Gohan membangkitkan kekuatan sejatinya. Pertarungan memuncak dengan kemunculan Cell Max, monster raksasa yang diaktifkan oleh Magenta. Bulma tiba dengan bala bantuan berupa Son Goten, Trunks, Android 18, dan Krillin untuk membantu mengalahkan Cell Max. Dr. Hedo sendiri membunuh Magenta, namun gagal menghentikan aktivasi Cell Max.
Selain alur cerita yang mendebarkan, Dragon Ball Super: Super Hero juga memiliki tiga fakta menarik yang patut diketahui:
1. Keterlibatan Langsung Akira Toriyama: Kreator waralaba Dragon Ball, Akira Toriyama, memiliki peran yang sangat signifikan dalam produksi film ini. Ia secara langsung bertindak sebagai penulis skenario, menyediakan konsep asli, dan mendesain karakter. Toriyama bahkan menyatakan bahwa ia ingin fokus plot film ini adalah hubungan antara Gohan dan Piccolo.
2. Penggunaan Animasi CGI yang Dominan: Dragon Ball Super: Super Hero adalah film pertama dalam waralaba Dragon Ball yang sebagian besar diproduksi menggunakan animasi CGI (Computer-Generated Imagery). Ini menandai pergeseran gaya animasi yang mencolok untuk seri tersebut, memberikan tampilan yang lebih halus dan dinamis.
3. Penempatan dalam Linimasa Kanon: Film ini berlatar sekitar satu tahun sebelum akhir asli dari Dragon Ball Z, secara eksplisit menegaskan bahwa Dragon Ball Super: Super Hero adalah bagian kanon dari linimasa Dragon Ball Super.
Bagi para penggemar di Indonesia, Dragon Ball Super: Super Hero dapat disaksikan secara eksklusif di platform Vidio, memberikan kesempatan untuk kembali merasakan nostalgia dan mengikuti petualangan terbaru Goku dan teman-temannya.