
Band punk rock asal Semarang, Tradisigila, kembali menggebrak dunia musik dengan meluncurkan album kedua mereka yang bertajuk "Young & Punx". Album berisi 10 lagu ini resmi dirilis pada 10 Oktober 2025, bertepatan dengan ulang tahun sang vokalis, Fandem Fay, dan kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital.
Setelah sukses dengan album perdana beberapa bulan sebelumnya, band yang digawangi oleh Fandem Fay (vokal & gitar), Hoho Daniago (bass), dan Riza Lala (drum) ini menunjukkan totalitasnya dalam berkarya. Proses pengerjaan album "Young & Punx" menampilkan perbedaan signifikan dari karya sebelumnya, dengan aransemen yang lebih variatif dan segar, baik dari segi lirik maupun komposisi musik. Fandem Fay menjelaskan bahwa album ini tidak melulu didominasi distorsi, melainkan juga menyertakan komposisi lembut, namun tetap berakar kuat pada genre punk rock.
"Young & Punx" merangkum berbagai tema kehidupan, mulai dari kemanusiaan, perlawanan, persahabatan, hingga cinta. Fandem Fay menyebut album ini sebagai deklarasi sikap tentang tumbuh, bersuara, dan menolak tua, dengan tujuan untuk membakar semangat agar pendengar tetap muda, liar, menggila, dan melakukan hal-hal positif. Deretan lagu dalam album ini meliputi "Ayo Let's Go", "Young & Punk", "Langkah Kita", "Radio di Jakarta", "Segitiga", "Rindu Indahnya Pertemanan", "Menjadi Bintang", "Tattonesia", dan "Ohh Bajingan".
Menariknya, sebagian materi vokal untuk album ini direkam secara lintas benua, di mana Fandem Fay meluangkan waktunya untuk melakukan proses rekaman vokal di Sydney, Australia. Hal ini menjadi bukti dedikasi tinggi Tradisigila dalam menghasilkan karya terbaik. Selain perilisan album, band yang telah eksis sejak tahun 2009 ini juga tengah mempersiapkan video klip untuk beberapa lagu dari "Young & Punx". Proses penggarapan video klip tersebut dilakukan di Bali, tempat dua personel band ini menetap, dengan harapan esensi lagu dapat tersampaikan lebih kuat kepada pendengar.