
Kehidupan pasangan selebritas Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon tampaknya semakin penuh warna dan keseruan, terutama setelah kabar bahagia pernikahan mereka yang dilangsungkan pada 10 Februari 2025 di Bali. Momen sakral ini menjadi puncak dari kisah cinta mereka yang bersemi sejak pertemuan di lokasi syuting film "Di Bawah Umur" pada tahun 2020, dan hubungan mereka mulai dipublikasikan pada tahun 2021.
Pernikahan tersebut tidak hanya menandai babak baru dalam kehidupan pribadi mereka, tetapi juga membawa dinamika menarik dalam karier profesional keduanya. Salah satu proyek terbaru yang menjadi sorotan adalah film "Dopamin", sebuah thriller romantis survival yang dijadwalkan tayang pada 13 November 2025. Dalam film ini, Angga dan Shenina beradu akting sebagai pasangan suami istri, Malik dan Alya, yang menghadapi konflik intens setelah menemukan mayat dan koper berisi uang miliaran rupiah. Shenina Cinnamon secara khusus mengungkapkan antusiasmenya berakting bersama suaminya setelah menikah, menyebut pengalaman itu terasa baru, seru, dan efisien, bahkan membuatnya ingin lebih sering berkolaborasi di proyek mendatang.
Selain proyek kolaboratif, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon juga menunjukkan produktivitas tinggi dalam karier masing-masing. Angga Yunanda membintangi beberapa film penting di tahun 2024, termasuk "Dua Hati Biru" yang tayang perdana pada 17 April 2024, serta "My Annoying Brother" versi Indonesia yang rilis pada 24 Oktober 2024. Angga menyatakan tidak merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi terhadap adaptasi film Korea populer tersebut, menunjukkan keyakinan pada skenario yang telah dibuat.
Sementara itu, Shenina Cinnamon juga aktif dengan berbagai peran menantang. Pada 16 Mei 2024, film horor supranatural "Do You See What I See" yang dibintanginya tayang perdana. Shenina juga mencuri perhatian di kancah internasional melalui film "Tale of the Land", yang tayang perdana di Busan International Film Festival (BIFF) 2024 pada 4 Oktober 2024. Dalam film ini, Shenina memerankan karakter May, seorang gadis Dayak, dan harus menggunakan bahasa Kutai. Perannya dalam "Tale of the Land" membawanya kembali ke BIFF untuk ketiga kalinya.
Pasangan ini dikenal luas sebagai figur yang romantis dan saling mendukung. Shenina Cinnamon juga menunjukkan sikap santai dan dewasa dalam menanggapi status Angga Yunanda sebagai idola wanita. Ia bahkan sering menganggap komentar para penggemar yang "iri" sebagai hal yang lucu dan menghibur, menjadikannya bukti bahwa Angga dicintai banyak orang dan mempererat hubungan mereka. Keharmonisan dan dukungan timbal balik ini menjadi fondasi kuat yang membuat kehidupan Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon semakin menarik untuk diikuti, baik di layar kaca maupun dalam perjalanan pribadi mereka sebagai pasangan suami istri.