:strip_icc()/kly-media-production/medias/5360219/original/049314900_1758702530-AIBS3_Ep6_S46_Unit_017-edit111.jpg)
Sutradara "Alice in Borderland", Shinsuke Sato, telah mengungkapkan makna mendalam di balik permainan final musim ketiga yang berlokasi di Shibuya, tempat serial ini bermula. Musim ketiga yang telah lama dinanti ini tayang perdana pada 25 September 2025 di Netflix.
Sato menjelaskan bahwa keputusan untuk menghelat permainan terakhir di Shibuya adalah untuk membawa cerita kembali ke titik awal, menciptakan sebuah penutup yang utuh bagi perjalanan serial ini. Tidak ada permainan yang sebelumnya dilakukan di Shibuya dalam serial ini, sehingga menjadikannya lokasi yang esensial untuk babak terakhir.
Permainan final musim ketiga, yang dikenal sebagai "Sugoroku" atau "Double Sixes" dan juga disebut "Possible Futures", dirancang untuk merefleksikan bagaimana pilihan hidup seseorang menentukan nasib atau masa depan mereka. "Saya ingin melakukan permainan Sugoroku karena ini menggemakan bagaimana pilihan yang Anda buat dalam hidup menentukan nasib atau masa depan Anda," jelas Sato. Ia juga menambahkan bahwa permainan ini berfungsi sebagai "mikrokosmos dari tema inti yang ingin kami tetapkan untuk musim ini, yaitu kehidupan."
Bagi Sutradara Shinsuke Sato, setiap permainan dalam "Alice in Borderland" memiliki tujuan yang lebih dalam daripada sekadar bertahan hidup, menggabungkan penceritaan dan permainan menjadi satu proses untuk menyelesaikan trauma atau masalah yang dimiliki setiap karakter. Musim ini secara khusus mendalami pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang kehidupan, pilihan, dan apa yang membuat eksistensi itu berharga. Kento Yamazaki, pemeran Arisu, menyatakan bahwa tujuan karakternya sangat jelas, yaitu membawa Usagi pulang, dan keyakinannya tidak pernah goyah. Sementara itu, Tao Tsuchiya, pemeran Usagi, menemukan bahwa motivasi Usagi untuk kembali ke Borderland adalah untuk menghadapi duka yang mengubah hidupnya sebelum tiba di purgatori, dengan tekad untuk membangun keluarga bersama Arisu.
Secara keseluruhan, Sato berharap penonton dapat merenungkan bagaimana mereka ingin menjalani hidup mereka saat mereka bermain bersama karakter-karakter tersebut. Pesan inti dari permainan ini adalah bahwa hidup tidaklah mudah, dan bahwa masa depan tidak memilih kita, melainkan kita yang memilih masa depan kita, dengan setiap pintu mengarah pada kemungkinan-kemungkinan baru, baik atau buruk. Ini ditunjukkan ketika Arisu memilih untuk membuka pintu yang seharusnya mengarah pada kematiannya dalam proyeksi masa depan, menunjukkan bahwa pilihannya didasarkan pada tindakan terbaik saat itu, bukan pada hasil yang diproyeksikan.