Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Reaksi Imelda Budiman Setelah Dinominasikan AIFFA 2025

2025-11-20 | 18:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-20T11:01:09Z
Ruang Iklan

Reaksi Imelda Budiman Setelah Dinominasikan AIFFA 2025

Imelda Budiman mengungkapkan rasa haru dan bangga setelah berhasil masuk dalam nominasi Aktris Pendukung Terbaik (Best Supporting Actress) di ajang ASEAN International Film Festival & Awards (AIFFA) 2025. Nominasi tersebut diraihnya melalui perannya dalam film "Buen (Way Back Home)". Imelda, seorang diaspora Indonesia yang telah lebih dari 25 tahun menetap di Amerika Serikat, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan sebuah kehormatan besar dan pengalaman yang sangat menyemangati dirinya untuk terus berkarya di industri perfilman Indonesia.

AIFFA 2025, yang diselenggarakan pada 12 hingga 15 November 2025 di Grand Margherita Hotel, Kuching, Sarawak, Malaysia, tahun ini memecahkan rekor dengan menerima lebih dari 200 submisi film dari seluruh Asia Tenggara. Festival bergengsi dengan tema 'AIFFA 2025 Under the Stars' ini menjadi ajang berkumpulnya para sineas, produser, aktor, dan pelaku industri film se-ASEAN, termasuk Timor Leste yang baru pertama kali bergabung.

Dalam kategori Aktris Pendukung Terbaik, Imelda Budiman bersaing dengan nama-nama kuat lainnya seperti Hong Dao dari Vietnam lewat film "Chi Dau", Sweet Qismina dari Malaysia dengan film "Babah", Katrina Halili dari Filipina melalui film "AbeNida", dan Zulfa Maharani dari Indonesia dalam film "Crocodile Tears". Meskipun pada akhirnya penghargaan Aktris Pendukung Terbaik AIFFA 2025 berhasil diraih oleh Sweet Qismina dari Malaysia, pengalaman Imelda Budiman masuk dalam jajaran nominasi telah menjadi pengakuan atas dedikasi dan kualitas aktingnya.

Dalam film "Buen (Way Back Home)", selain berperan sebagai Executive Producer, Imelda Budiman juga berakting sebagai Ratih, kekasih dari tokoh Mesala. Kehadiran sang suami yang turut mendampingi pada malam puncak festival AIFFA 2025 menambah kebahagiaan dan motivasinya. Ini bukanlah kali pertama bagi Imelda Budiman menembus festival film internasional, menunjukkan konsistensi dan kualitas karyanya yang diakui di kancah regional. Festival ini menjadi bukti bahwa kawasan ASEAN adalah titik temu beragam budaya, narasi, dan kreativitas sinematik yang kuat.