Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mengupas Tuntas Kisah Duo Seniman Isabel dan Alfredo Aquilizan

2025-11-25 | 19:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T12:09:35Z
Ruang Iklan

Mengupas Tuntas Kisah Duo Seniman Isabel dan Alfredo Aquilizan

Duo seniman suami-istri, Isabel dan Alfredo Aquilizan, dikenal secara internasional atas karya-karya instalasi berskala besar mereka yang mendalam, menjelajahi tema-tema universal seputar rumah, identitas, migrasi, dan memori. Pasangan kelahiran Filipina ini, Alfredo pada tahun 1962 dan Isabel pada tahun 1965, saat ini berdomisili di Brisbane, Australia, sejak kepindahan mereka pada tahun 2006 bersama kelima anak mereka. Kolaborasi artistik mereka seringkali berakar pada pengalaman pribadi dan keluarga, bahkan melibatkan anak-anak mereka dalam kolektif bernama Fruitjuice Factori Studio.

Praktik seni Aquilizan bersandar pada penggunaan material sehari-hari yang sederhana dan mudah ditemukan, seperti kardus, sandal jepit, sikat gigi, dan selimut. Mereka mengubah benda-benda ini menjadi karya ekspresif yang menjadi metafora bagi kehidupan manusia, menyoroti sifat sementara dari pergerakan global, permukiman, dan komunitas. Melalui koleksi dan penataan ulang objek-objek fisik serta narasi, mereka menciptakan karya yang membangkitkan pengalaman komunal dan membangun memori kolektif.

Selama lebih dari dua dekade, Isabel dan Alfredo Aquilizan telah memamerkan karya-karya mereka di berbagai pameran dan bienial penting di seluruh dunia, termasuk Venice Biennale pada tahun 2003, Gwangju Biennale pada tahun 2004, Biennale of Sydney pada tahun 2006, Singapore Biennale pada tahun 2008, Asia Pacific Triennial pada tahun 2009, dan Liverpool Biennial pada tahun 2010.

Salah satu pameran survei besar mereka yang paling baru adalah "Somewhere, Elsewhere, Nowhere" di Museum MACAN, Jakarta, yang berlangsung dari 24 Juni hingga 8 Oktober 2023. Pameran ini menampilkan dua dekade praktik kolaboratif mereka, menampilkan instalasi berskala besar, patung, video, dan seni gambar. Di antara karya-karya yang ditampilkan adalah "Caged," sebuah instalasi lebih dari 90 sangkar burung yang dikomisikan khusus oleh Museum MACAN, serta "Belok Kiri Jalan Terus (Left Wing Project)" yang menyertakan pisau buatan pandai besi di Yogyakarta dan Filipina. Karya lainnya yang menarik perhatian adalah "Presences and Absences" yang menggunakan sikat gigi bekas pakai yang dikumpulkan melalui partisipasi publik, dan "In-Habit: Project Another Country (Here, There, and Everywhere)" yang terbuat dari kardus.

Indonesia, khususnya Yogyakarta, memiliki peran penting bagi duo seniman ini. Mereka telah membangun hubungan yang kuat dengan kancah seni di Yogyakarta melalui residensi dan kolaborasi dengan perajin lokal. Karya-karya Aquilizan tidak hanya sekadar objek seni, melainkan juga ajakan untuk berinteraksi dan berkontemplasi tentang perjalanan hidup manusia, relasi, sejarah, dan geografi.