:strip_icc()/kly-media-production/medias/3412900/original/015088200_1616845225-iu8.jpg)
K-Pop, lebih dari sekadar genre musik, telah menjadi kanvas bagi para artis untuk mengekspresikan emosi dan narasi mendalam melalui berbagai elemen visual dan lirik, salah satunya adalah tema warna. Warna-warna ini tidak hanya mempercantik estetika video musik, tetapi juga menyimpan simbolisme dan makna yang kuat di baliknya. Mari kita telusuri lima lagu K-Pop bertema warna yang memiliki pesan mendalam.
Pertama, "Red Flavor" dari Red Velvet membawa semangat musim panas yang cerah dan penuh gairah. Dirilis pada tahun 2017, lagu ini identik dengan warna merah yang melambangkan manisnya, gairah, dan euforia cinta yang segar seperti hari yang panas di pertengahan musim panas. Red Velvet menggunakan metafora buah-buahan dan rasa manis untuk menggambarkan sensasi jatuh cinta yang membara. Namun, beberapa interpretasi juga menunjukkan sisi lain dari warna merah dalam lagu ini, dengan beberapa penggemar berspekulasi tentang makna yang lebih gelap atau obsesif, bahkan mengaitkannya dengan "darah" atau cinta yang menyeramkan, meskipun secara umum ini adalah lagu musim panas yang ceria. Lagu ini juga menyeimbangkan konsep "Red" yang ceria dan "Velvet" yang lebih lembut dari grup.
Selanjutnya, TOMORROW X TOGETHER (TXT) dengan "Blue Hour" yang dirilis pada tahun 2020, mengeksplorasi nuansa biru dari "jam biru" atau senja. Judul Korea lagu ini, "You and I Found in the Sky at 5:53," merujuk pada waktu matahari terbenam di Seoul pada 26 Oktober 2020. "Blue Hour" melambangkan waktu singkat twilight yang magis, periode transisi antara siang dan malam, realitas dan mimpi. Lagu ini mencerminkan perasaan ingin menghargai momen yang singkat bersama seseorang yang spesial, serta pengalaman berada di ambang perubahan, di mana segala sesuatu terasa mempesona sekaligus tidak pasti. Nuansa biru dalam lagu ini juga dapat membangkitkan perasaan melankolis, ketenangan, dan refleksi, yang berpadu dengan kegembiraan dan kecemasan akan masa depan.
IU, melalui lagu "Palette" yang menampilkan G-Dragon, menyajikan sebuah introspeksi diri yang matang. Dirilis pada 21 April 2017, lagu ini menjadi inti dari album studio keempat IU yang berjudul sama. Dalam lagu ini, "palet" bukan merujuk pada satu warna spesifik, melainkan menjadi metafora untuk kumpulan warna yang membentuk identitas artistik dan pribadi IU. Pada usia 25 tahun, IU mengungkapkan dirinya sebagai seseorang yang percaya diri dan menerima diri sendiri, meskipun masih memiliki pertanyaan tentang kehidupannya. "Palette" adalah deklarasi tentang siapa IU sebenarnya, sebuah lagu tentang kemandirian artistik, realisasi diri, dan cinta diri.
BTS dengan "Black Swan" menyelami kedalaman psikologi manusia, menggunakan warna hitam dan putih sebagai simbol yang kuat. Dirilis pada 17 Januari 2020, lagu ini terinspirasi oleh kutipan Martha Graham, "Seorang penari mati dua kali; sekali ketika mereka berhenti menari, dan kematian ini jauh lebih menyakitkan." Warna hitam melambangkan "shadow" atau sisi bayangan diri seorang seniman, ketakutan kehilangan gairah mereka terhadap musik. Video musiknya menampilkan BTS bertransformasi menjadi angsa hitam, menggambarkan perjuangan batin untuk menghadapi dan menerima bayangan diri mereka agar mencapai keseimbangan identitas. Kontras antara pakaian putih dan hitam para anggota sepanjang video memperkuat narasi tentang persona (diri yang ditampilkan) dan shadow (diri yang tersembunyi).
Terakhir, Oh My Girl menghadirkan "Coloring Book" sebagai gambaran ceria tentang jatuh cinta. Dirilis pada 3 April 2017, lagu ini menggunakan metafora buku mewarnai untuk menggambarkan perasaan seseorang yang "diwarnai" oleh orang yang mereka sukai, membuat hidup mereka terasa lengkap dan penuh warna. Liriknya menggambarkan bagaimana objek kasih sayang membuat mereka merasa utuh, seolah-olah mereka adalah gambar yang diisi dengan warna. Video musiknya yang cerah dan energik dengan fokus pada palet warna pelangi, mencerminkan dunia fantastis dan semarak yang tercipta dari perasaan cinta.
Kelima lagu ini menunjukkan bagaimana K-Pop memanfaatkan warna tidak hanya sebagai elemen visual, tetapi juga sebagai alat naratif yang kuat untuk menyampaikan emosi, refleksi, dan pesan-pesan mendalam yang relevan dengan pengalaman manusia. Penggunaan warna yang cerdas menambah lapisan makna pada setiap karya, menjadikan musik K-Pop semakin kaya dan berkesan bagi para pendengarnya.