
New York baru-baru ini menjadi tuan rumah bagi penampakan naskah-naskah kuno yang luar biasa, menarik perhatian dunia terhadap warisan budaya dan keagamaan Yahudi. Salah satu sorotan utama adalah Codex Sassoon, Alkitab Ibrani yang hampir lengkap dan tertua di dunia, yang dipamerkan di Sotheby's pada Mei 2023 sebelum dilelang.
Codex Sassoon, sebuah volume perkamen bertulis tangan berikat kulit, diyakini berusia sekitar 1.100 tahun, berasal dari akhir abad kesembilan atau awal abad kesepuluh Masehi. Naskah ini dikenal karena kelengkapannya, berisi 24 kitab lengkap dari Alkitab Ibrani, dengan hanya delapan hingga dua belas halaman yang hilang. Para ahli menganggapnya sebagai jembatan penting antara fragmen Alkitab awal seperti Gulungan Laut Mati dan transkripsi abad pertengahan pertama.
Sebelum lelangnya, Codex Sassoon dipamerkan di Sotheby's di New York dari Minggu, 7 Mei 2023, hingga Selasa, 16 Mei 2023, memberikan kesempatan langka bagi publik untuk melihat buku kuno ini secara langsung. Richard Austin, kepala global buku dan manuskrip Sotheby's, menggambarkan Codex Sassoon memiliki tempat yang diagungkan dan melegenda dalam pantheon dokumen bersejarah yang bertahan dan tidak dapat disangkal sebagai salah satu teks terpenting dan paling tunggal dalam sejarah manusia.
Pada 17 Mei 2023, Codex Sassoon dilelang di New York dan terjual seharga $38,1 juta (termasuk biaya lelang), menjadikannya salah satu manuskrip termahal yang pernah dijual di lelang. Pembeli adalah Alfred H. Moses, seorang mantan Duta Besar AS untuk Rumania, yang atas nama American Friends of ANU, menyumbangkan naskah tersebut kepada ANU Museum of the Jewish People di Tel Aviv, Israel, tempat naskah itu kini akan bergabung dalam koleksi permanen.
Selain itu, sebuah pameran penting lainnya di New York menampilkan Afghan Liturgical Quire, yang digambarkan sebagai kodeks (bentuk buku kuno) Ibrani tertua di dunia. Pameran "Sacred Words: Revealing the Earliest Hebrew Book" dibuka mulai 24 September 2024 hingga 12 Januari 2025 di Museum of the Bible, dengan acara pembukaan dan pameran di The Library of The Jewish Theological Seminary di New York. Pameran ini merupakan hasil kerja sama multikultural antara Museum of the Bible, pejabat Afghanistan dari pemerintahan sebelumnya, dan komunitas Yahudi Afghanistan di New York, menandai momen bersejarah dalam budaya Yahudi dan kemitraan antaragama.