:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426726/original/089902900_1764315104-20251016080128_2025-MAMA-AWARDS_Logo-Teaser_Courtesy-of-CJ-ENM.jpg)
Hong Kong, 28 November 2025 – MAMA Awards 2025 akan tetap dihelat di Hong Kong pada 28 dan 29 November di Kai Tak Stadium, meskipun kota tersebut tengah berduka akibat tragedi kebakaran besar yang merenggut banyak korban jiwa. Namun, sebagai bentuk penghormatan dan penyesuaian terhadap situasi, penyelenggara telah mengumumkan pembatalan acara karpet merah.
Keputusan untuk melanjutkan acara penghargaan K-pop tahunan ini, yang menandai kembalinya ke Hong Kong setelah tujuh tahun dan kali pertama di Kai Tak Stadium, datang setelah musibah kebakaran mematikan yang melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po pada 26 November 2025. Kebakaran dahsyat tersebut telah menewaskan sedikitnya 94 orang, melukai 76 lainnya, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran, dan menyebabkan puluhan orang masih hilang. Insiden ini disebut sebagai kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.
CJ ENM, sebagai penyelenggara MAMA Awards, menyatakan bahwa panggung karpet merah tidak selaras dengan kondisi emosional Hong Kong saat ini, sehingga keputusan pembatalan diambil sebagai tanda penghormatan. Meskipun demikian, acara utama akan tetap disiarkan secara langsung dengan "produksi yang tertahan" dan akan mencakup pesan "Dukungan untuk Hong Kong" (Support Hong Kong), segmen memorial, serta mengheningkan cipta untuk menghormati para korban. Penyelenggara juga berkomitmen untuk memberikan donasi guna mendukung keluarga yang terdampak.
Beberapa artis dan presenter yang awalnya dijadwalkan hadir, termasuk grup band Hong Kong Mirror, aktor Chow Yun-fat, dan aktris Michelle Yeoh, telah mengundurkan diri dari acara tersebut akibat tragedi ini. Acara penghargaan ini akan dipandu oleh aktor Park Bo-gum pada hari pertama dan aktris Kim Hye-soo pada hari kedua. Sejumlah nama besar K-pop seperti Ive, Aespa, G-Dragon, dan Enhypen tetap dijadwalkan untuk tampil memeriahkan acara.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebakaran di Wang Fuk Court kemungkinan dimulai dari perancah bambu dan jaring yang digunakan untuk renovasi eksternal, yang kemudian dengan cepat menyebar. Tiga pria dari sebuah perusahaan konstruksi telah ditangkap atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian terkait penggunaan bahan yang tidak aman.