
Jakarta International Photo Festival (JIPFest) kembali menjadi sorotan sebagai hajatan fotografi internasional yang signifikan, mempertemukan fotografer dan publik untuk berdialog serta menumbuhkan ekosistem fotografi di Indonesia. Digagas oleh PannaFoto Institute, festival ini telah berlangsung sejak tahun 2019 dan secara konsisten menjadi platform untuk membawa fotografer Indonesia ke panggung dunia. Setelah empat edisi sebelumnya, JIPFest beralih menjadi ajang dua tahunan, dengan edisi kelima yang sangat dinanti-nantikan berlangsung pada 12 hingga 21 September 2025.
JIPFest 2025 akan kembali ke "rumah" pertamanya di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Edisi kelima ini mengusung tema "Coexistence", sebuah respons terhadap perkembangan teknologi yang begitu cepat, di mana fotografi tidak hanya menjadi alat untuk merekam, tetapi juga media untuk berinteraksi dengan perubahan tersebut. Festival ini akan menjelajahi bagaimana teknologi dan fotografi saling memengaruhi dan membentuk realitas baru di era digital. Pengunjung diajak untuk meninjau secara kritis infiltrasi teknologi dalam kehidupan dan dampaknya, serta merefleksikan kemungkinan manusia berdampingan dengan teknologi tanpa kehilangan kemanusiaannya.
Dalam periode sepuluh hari pelaksanaannya, JIPFest 2025 akan menyuguhkan 16 program publik dan 41 acara, serta menghadirkan 50 bintang tamu dari dalam dan luar negeri. Pameran foto utama, yang dikurasi oleh Yoppy Pieter dan Chelsea, akan menampilkan lebih dari 300 karya dari 21 fotografer terpilih, baik dari Indonesia maupun mancanegara. Selain pameran, festival ini juga mencakup beragam program lain seperti Indonesia Photo Fair, Projection Night, Artist Talk, Diskusi, Fringe, Kuliah Umum, Lokakarya, dan Tinjauan Portofolio. Salah satu daya tarik utama JIPFest 2025 adalah AI Activation Booth, yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan teknologi, serta instalasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang menjadi bagian integral dari area pameran. Direktur Festival JIPFest 2025, Tina Sindhukusumo, menyebutkan bahwa instalasi AI ini bertujuan untuk memperlihatkan respons festival terhadap teknologi kontemporer.
Sejak edisi ketiganya, JIPFest telah secara konsisten terpilih masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN), sebuah program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk mempromosikan kegiatan wisata tahunan. Konsistensi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan JIPFest sebagai salah satu acara penting bagi Jakarta dan festival foto internasional pertama di Indonesia.
Sebelumnya, JIPFest edisi keempat pada tahun 2023 berlangsung dari 8 hingga 24 September di kawasan Blok M. Festival 2023 mengangkat tema "Generation" dan tersebar di tujuh lokasi ikonik seperti M Bloc Space, Teater Bulungan, Kala Karya, Kala di Kalijangga, Mal Blok M, Lamandau Coffee, dan Lokaholik. Edisi tersebut menampilkan 15 program, 71 acara, dan 65 bintang tamu dari dalam dan luar negeri, dengan pameran yang dikurasi oleh Asep Topan, Bas Vroege (Belanda), dan Ng Swan Ti. Sementara itu, Indonesia Photo Fair (IPF), yang awalnya merupakan bagian dari JIPFest sejak 2022, mulai diselenggarakan secara independen pada 5-8 September 2024 di Taman Ismail Marzuki dan Ke:kini Coworking Space, Cikini.
Melalui program-program komprehensif dan tema-tema yang relevan, JIPFest terus memperkuat posisinya sebagai platform penting bagi perkembangan fotografi di Indonesia, sekaligus menjembatani dialog antara fotografer, praktisi kreatif, dan masyarakat luas.