Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Isabel & Alfredo Aquilizan: Jakarta Terpukau Mahakarya Seni Mereka

2025-11-26 | 09:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T02:06:19Z
Ruang Iklan

Isabel & Alfredo Aquilizan: Jakarta Terpukau Mahakarya Seni Mereka

Pasangan seniman Filipina-Australia, Isabel dan Alfredo Aquilizan, berhasil membius publik Jakarta melalui pameran survei tunggal mereka yang bertajuk "Somewhere, Elsewhere, Nowhere" di Museum MACAN. Pameran akbar ini, yang berlangsung dari 24 Juni hingga 8 Oktober 2023, menampilkan karya-karya duet seniman ini selama dua dekade praktik kolaboratif mereka. Aaron Seeto, Direktur Museum MACAN, bahkan menyebut pameran ini sebagai salah satu peristiwa terpenting di kancah seni Indonesia.

Karya-karya Isabel dan Alfredo Aquilizan dikenal luas karena eksplorasi mendalam mereka terhadap tema-tema universal seperti pembangunan perkotaan, pergerakan dan perjalanan manusia, pencarian jati diri, serta makna rumah dan kepemilikan. Mereka secara konsisten menggunakan material sehari-hari yang sederhana dan mudah ditemukan, seperti kardus bekas, sandal jepit, sikat gigi, dan selimut, untuk membangkitkan gagasan tentang individu, sejarah, perjalanan, dan migrasi. Pendekatan ini memungkinkan mereka menafsirkan benda mati dalam keseharian, menghidupkan instalasi dari memori, dan memberikan "suara" untuk berbagi cerita.

Salah satu instalasi berskala besar yang paling mencolok adalah In-Habit: Project Another Country (Here, There, Everywhere), sebuah karya yang terbuat dari susunan kotak kardus dan kayu yang menggambarkan urbanisasi serta hierarki lingkungan. Karya ini secara metaforis merepresentasikan kotak balikbayan yang sering digunakan warga Filipina untuk mengirimkan barang ke keluarga di luar negeri, menjadi simbol perpindahan dan kerinduan akan rumah. Pameran ini juga menampilkan Caged (2023), sebuah karya baru yang dikomisi oleh Museum MACAN. Instalasi berbentuk sayap pesawat berukuran asli yang tersusun dari 92 sangkar burung jati tradisional ini, dilengkapi dengan rekaman kicauan burung, terinspirasi dari proyek residensi mereka di Yogyakarta dan membahas konsep kebebasan. Selain itu, ada pula Presences and Absences: Project Be-longing yang menggunakan ribuan sikat gigi bekas yang dikumpulkan melalui ajakan terbuka kepada masyarakat, membentuk jalan setapak yang penuh makna. Karya-karya lain seperti Left Wing Project (2017-2018) atau Belok Kiri Jalan Terus yang menampilkan pisau/arit tempaan tangan dari perajin lokal di Yogyakarta dan Filipina, turut memperkuat narasi tentang perjalanan dan identitas.

Isabel dan Alfredo Aquilizan memiliki hubungan yang erat dengan Indonesia. Keduanya telah membangun relasi kuat dengan berbagai seniman dari skena artistik di Yogyakarta selama bertahun-tahun, bahkan beberapa karya mereka dibuat terinspirasi dari residensi di sana dan berkolaborasi dengan artisan lokal. Mereka mengungkapkan kegembiraan mereka dapat membagikan karya-karya dari praktik kolaboratif selama 20 tahun di Museum MACAN, dengan menyatakan bahwa kisah mereka terinspirasi dari pengalaman bekerja di berbagai tempat dengan beragam komunitas di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Alfredo juga menggambarkan proses mengumpulkan kembali karya-karya mereka dalam satu ruang pameran seperti "melihat anak-anak yang telah lama pergi", dan menarik untuk melihat bagaimana karya-karya tersebut direkontekstualisasikan di tempat, waktu, dan situasi yang berbeda.

Pameran "Somewhere, Elsewhere, Nowhere" tidak hanya menjadi refleksi akan perjalanan artistik pasangan Aquilizan, tetapi juga memicu percakapan yang lebih luas tentang makna rumah dan keluarga di tengah dinamika pergerakan manusia global. Penggunaan objek sehari-hari yang akrab dengan budaya Filipina dan Indonesia berhasil menciptakan resonansi kuat dengan pengunjung, menawarkan pengalaman kontemplatif tentang identitas dan rasa memiliki di dunia yang terus bergerak.