
Mengintip persiapan Pekan Kebudayaan Nasional di seluruh pelosok negeri menunjukkan geliat pelestarian dan pengembangan budaya yang dinamis. Meskipun Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) secara umum merupakan serangkaian aktivitas berjenjang dari desa hingga ke pusat yang mencakup kompetisi daerah dan nasional, konferensi, ekshibisi, dan pergelaran karya budaya, berbagai daerah di Indonesia telah dan sedang menyiapkan atau menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) sebagai bagian integral dari upaya pemajuan kebudayaan nasional.
Pada tahun 2025 ini, Sulawesi Utara (Sulut) tengah bersiap menyambut Pekan Kebudayaan Sulut yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 12 Desember 2025. Gubernur YSK menggagas acara ini sebagai momentum besar untuk menyatukan beragam seni dan tradisi daerah. Pemerintah Provinsi Sulut memposisikan Pekan Kebudayaan ini sebagai bagian dari strategi besar pembangunan kebudayaan dan ekonomi kreatif daerah, serta diharapkan dapat memperkuat jejaring antar pelaku seni dan mempromosikan budaya lokal ke tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Kota Tarakan telah sukses menyelenggarakan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) V mereka dari 18 hingga 20 Agustus 2025. Dibuka langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, acara yang bertempat di Kawasan Wisata Taman Berkampung ini mengusung tema "Ruang Bersama Tarakan HIBOT Bahagia Merdeka Berbudaya." Penyelenggaraan PKD di Tarakan ini memiliki makna penting dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan melalui pelestarian budaya, serta menjadi cerminan nyata bagaimana keberagaman masyarakatnya dapat dirawat dalam satu ruang harmoni.
Di Riau, Pekan Budaya Melayu Serumpun juga telah digelar pada 7 hingga 10 Agustus 2025 di Pekanbaru. Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka perhelatan ini, menekankan pentingnya ajang ini sebagai momentum promosi budaya ke mancanegara. Pekan Budaya Melayu Serumpun juga berfungsi sebagai wadah untuk membangun jejaring kebudayaan antarnegara dan antardaerah yang memiliki akar Melayu dari Sumatera hingga Kalimantan, serta dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, hingga komunitas Melayu di Thailand dan Filipina.
Lampung turut merayakan Pekan Kebudayaan Daerahnya pada tahun 2025, yang resmi dibuka pada 21 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober 2025. Acara ini bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan adat istiadat kebudayaan Provinsi Lampung.
Di sisi lain, sebuah pameran seni dengan tema 'Satu Tanah, Seribu Ketangguhan' juga digelar sekitar 21 November 2025, di mana Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa segala usaha untuk memajukan kebudayaan nasional merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap acara semacam ini menjadi ruang refleksi dan mendorong kolaborasi pegiat seni untuk kemajuan kebudayaan Indonesia.
Berbagai kegiatan budaya ini menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam memajukan kebudayaannya, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pekan Kebudayaan Nasional, baik melalui inisiatif pusat maupun daerah, menjadi wadah vital untuk memfasilitasi ruang ekspresi keberagaman budaya, mendorong interaksi budaya, dan memperkuat kebudayaan yang inklusif, sekaligus mendorong terwujudnya sikap saling memahami, menghargai, dan menghormati di antara anak bangsa.