
Antusiasme para penggemar "One Piece" mencapai puncaknya dengan hadirnya adaptasi live-action di Netflix, yang berhasil memukau penonton di seluruh dunia. Salah satu elemen yang paling dinantikan dan menjadi sorotan adalah kapal bajak laut pertama kru Topi Jerami, Going Merry. Kapal ikonik ini tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga simbol persahabatan dan petualangan yang mendalam, atau yang akrab disebut "Nakama" bagi para penggemarnya.
Dalam upaya menghadirkan dunia "One Piece" secara autentik, pihak produksi Netflix mengambil langkah luar biasa dengan membangun Going Merry secara fisik, bukan hanya mengandalkan efek CGI. Matt Owens, showrunner serial ini, mengungkapkan bahwa pembuatan kapal-kapal besar seperti Going Merry, Baratie, dan Miss Love Duck secara nyata, telah menambah kredibilitas pada dunia yang diciptakan. Iñaki Godoy, pemeran Monkey D. Luffy, bahkan menyebut Going Merry sebagai set favoritnya, menggambarkannya sebagai "rumah bagi Bajak Laut Topi Jerami". Dedikasi ini juga terlihat dari desain setiap set yang disesuaikan dengan logika cerita "One Piece" oleh desainer produksi Richard Brigland.
Namun, penampilan Going Merry di live-action ini sempat menuai beragam reaksi dari para penggemar. Beberapa penggemar melontarkan kritik terhadap desain kepala kambing yang menjadi figur kapal tersebut. Mereka merasa desain live-action terlihat "menakutkan," "menyeramkan," "jelek," atau "asimetris" jika dibandingkan dengan penggambaran yang lebih lucu dan tenang di anime. Mulut yang terbuka dan detail papan kayu yang bergelombang menjadi beberapa poin yang paling banyak diperdebatkan. Di sisi lain, sebagian penggemar membela desain tersebut, menghargai pendekatan yang lebih realistis untuk sebuah kapal bajak laut dan tetap optimistis terhadap kualitas keseluruhan serial.
Di luar perdebatan visual, kehadiran Going Merry dalam live-action semakin memperkuat makna "Nakama". Dalam konteks "One Piece", "Nakama" memiliki arti yang jauh lebih dalam dari sekadar teman, kolega, atau rekan. Istilah ini melambangkan ikatan yang mendalam, menggambarkan teman-teman yang sudah seperti keluarga, yang berbagi tujuan dan takdir yang sama, terutama dalam kru Luffy. Going Merry, sebagai rumah pertama mereka di lautan luas, secara intrinsik terhubung dengan perjalanan emosional dan pembentukan ikatan "Nakama" ini.
Kesuksesan adaptasi live-action "One Piece" secara keseluruhan juga patut diacungi jempol. Serial ini berhasil memecahkan rekor Netflix dengan menjadi program yang paling banyak ditonton di lebih dari 80 negara. Dengan skor penonton 95% dan kritikus 82% di Rotten Tomatoes, serial ini dianggap sebagai "keajaiban adaptasi anime live-action" yang sukses menarik baik penggemar lama maupun penonton baru, bahkan mendorong banyak dari mereka untuk menjelajahi manga atau anime aslinya. Keterlibatan langsung Eiichiro Oda, pencipta "One Piece", sebagai produser eksekutif, serta pujiannya terhadap pemilihan pemeran, khususnya Iñaki Godoy sebagai Luffy, turut menyumbang pada keaslian dan penerimaan positif serial ini.
Pada akhirnya, Going Merry lebih dari sekadar kapal; ia adalah rumah yang berlayar, sebuah panggung bagi impian, dan monumen abadi bagi ikatan "Nakama" yang tak tergoyahkan. Kehadirannya dalam adaptasi live-action "One Piece" telah membuka babak baru petualangan, mengundang lebih banyak "Nakama" untuk siap berlayar bersama Bajak Laut Topi Jerami menuju Grand Line.