Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dracin Meledak: Komunitas Penggemar Meroket, Antusiasme Melampaui Batas Layar

2025-11-24 | 21:37 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T14:37:59Z
Ruang Iklan

Dracin Meledak: Komunitas Penggemar Meroket, Antusiasme Melampaui Batas Layar

Antusiasme terhadap drama Cina atau yang akrab disebut "dracin" terus menunjukkan lonjakan signifikan di Indonesia, mengubahnya dari sekadar tontonan menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup hiburan masyarakat. Fenomena ini tidak hanya terbatas pada layar kaca, melainkan telah merambah ke berbagai komunitas penggemar yang aktif di seluruh negeri.

Peningkatan popularitas dracin ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk alur cerita yang segar, relevan, dan beragam genre mulai dari romansa modern, fantasi epik, hingga sejarah kolosal. Kualitas produksi visual yang memukau, sinematografi yang menawan, serta efek visual berkelas internasional membuat dracin mampu bersaing ketat dengan serial dari Korea maupun Barat. Selain itu, penampilan aktor dan aktris muda berbakat dan karismatik seperti Yang Yang, Dilraba Dilmurat, Xu Kai, Zhao Lusi, Wang Yibo, dan Xiao Zhan turut menjadi daya tarik utama bagi penonton Indonesia.

Kemudahan akses juga menjadi pendorong utama. Berbagai platform streaming legal seperti WeTV, iQIYI, Viu, Youku, Bilibili, MangoTV, dan Migu Video kini menyediakan koleksi dracin lengkap dengan subtitel bahasa Indonesia yang berkualitas, bahkan seringkali menawarkan beberapa episode awal secara gratis. Fenomena micro-drama atau drama vertikal dengan durasi pendek (1-2 menit per episode) juga kian diminati karena menawarkan kepuasan emosional instan dan fleksibilitas bagi penonton di tengah kesibukan mereka.

Dampak dari popularitas dracin ini meluas hingga ke tingkat komunitas. Para penggemar membentuk kelompok-kelompok aktif di berbagai kota, berdiskusi, membuat konten kreatif, hingga menyelenggarakan acara offline seperti watch party dan fans gathering. Platform streaming seperti WeTV bahkan merespons antusiasme ini dengan menggelar program "Nonton Bareng Komunitas Dracin" di beberapa kota besar seperti Jakarta, Lampung, dan Surabaya, untuk mempererat hubungan dengan komunitas penggemar.

Lebih dari sekadar hiburan, dracin juga berperan sebagai jembatan budaya yang kuat. Sebagian penonton dilaporkan mulai menunjukkan minat untuk mempelajari bahasa Mandarin karena sering mendengar dialog dalam drama, serta tertarik pada budaya tradisional Tiongkok seperti busana hanfu, musik klasik, dan filosofi hidup yang terselip dalam alur cerita. Hal ini menunjukkan keterbukaan generasi muda Indonesia terhadap budaya lintas negara dan pergeseran selera hiburan nasional yang semakin beragam.

Secara statistik, popularitas dracin di Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan yang masif. Berdasarkan data AMPD, pada tahun 2024, jumlah penonton drama Cina di platform video-on-demand (VOD) di Asia Tenggara berhasil melampaui drama Amerika, menjadikannya sumber hiburan terbesar kedua di kawasan tersebut. Untuk konten gratis, dracin bahkan memimpin dengan 40 persen pengguna. Sebuah survei pada Oktober 2025 juga menemukan bahwa drama Asia, yang mencakup dracin, menempati posisi teratas sebagai jenis tayangan paling banyak ditonton publik Indonesia, dengan proporsi mencapai 46,6%.

Fenomena micro-drama juga mencatatkan pendapatan global yang fantastis, dengan pembelian dalam aplikasi pada platform micro-drama mencapai sekitar 1,08 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun 2025, menandai pertumbuhan 158% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Para analis menilai bahwa terlepas dari perbedaan budaya, penonton global secara universal terhubung dengan narasi emosional yang kuat dan janji pemenuhan mimpi yang disajikan secara ringkas.

Ke depan, dracin diproyeksikan akan terus menjadi kekuatan signifikan dalam lanskap media digital global, bahkan menjadi instrumen soft power Tiongkok untuk mempromosikan sejarah, budaya, bahasa, dan nilai-nilainya ke seluruh dunia. Pertumbuhan antusiasme penonton ini menegaskan bahwa drama Cina bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian integral dari konsumsi hiburan masyarakat Indonesia dan global.