Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Die My Love: Garis Tipis Antara Cinta dan Obsesi Gila

2025-11-21 | 22:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-21T15:35:36Z
Ruang Iklan

Die My Love: Garis Tipis Antara Cinta dan Obsesi Gila

Film "Die My Love" garapan sutradara Lynne Ramsay mengajak penonton untuk menyelami kedalaman jiwa seorang perempuan yang berjuang di antara batas tipis antara cinta dan kegilaan. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ariana Harwicz yang terbit pada tahun 2012, drama psikologis ini telah tayang di bioskop Indonesia mulai 7 November 2025, setelah sebelumnya tayang di Amerika Serikat pada tanggal yang sama. Film ini juga mendapatkan kehormatan untuk tayang perdana di Festival Film Cannes 2025 pada 17 Mei 2025, di mana ia bersaing untuk Palme d'Or.

"Die My Love" mengisahkan Grace, seorang ibu muda yang diperankan secara intens oleh Jennifer Lawrence, yang perlahan-lahan menunjukkan tanda-tanda depresi pascapersalinan dan psikosis setelah melahirkan bayinya. Bersama suaminya, Jackson (Robert Pattinson), Grace memutuskan untuk pindah dari hiruk pikuk kota New York ke sebuah rumah tua di pedesaan Montana yang sunyi dan terisolasi, berharap menemukan ketenangan. Namun, alih-alih kedamaian, Grace justru semakin terperangkap dalam rutinitas yang menyesakkan dan gejolak batin yang tak terucapkan, di mana batas antara realitas dan imajinasi mulai kabur.

Kisah ini bukan sekadar drama depresi pascamelahirkan konvensional, melainkan sebuah potret batin yang lebih purba, di mana keibuan, hasrat, dan kegilaan menyatu. Film ini menyoroti pergulatan Grace dalam memahami arti kebahagiaan yang justru menjauh setiap kali ia mencoba mendekat, dengan keinginan untuk bebas yang terus bertabrakan dengan peran dan tanggung jawab yang tak bisa dilepaskan. Jackson, yang diperankan oleh Robert Pattinson, menyaksikan perubahan istrinya dengan kebingungan dan ketakutan, tanpa tahu bagaimana menolongnya. Kehadiran tokoh-tokoh pendukung seperti LaKeith Stanfield sebagai Karl, Nick Nolte sebagai Harry (ayah Jackson), dan Sissy Spacek sebagai Pam (ibu Jackson), turut memperkaya lapisan psikologis cerita. Jennifer Lawrence sendiri juga menjadi produser dalam proyek ini.

Dalam "Die My Love", Lynne Ramsay kembali membuktikan keahliannya dalam menciptakan ketegangan yang merayap perlahan dan atmosfer yang gelap serta emosional. Ia tidak menyajikan jawaban mudah, melainkan mengajak penonton untuk tenggelam dalam perspektif karakternya yang tidak stabil. Jennifer Lawrence memberikan penampilan yang disebut-sebut sebagai salah satu yang paling intens dan rentan dalam kariernya, menampilkan kerapuhan dan keganasan dengan presisi menakutkan, bahkan menyisipkan humor kelam di tengah kehancuran emosional. Banyak kritikus memuji penampilannya sebagai yang terbaik hingga saat ini.

Film ini diproduksi oleh Martin Scorsese yang mengirimkan novelnya kepada Jennifer Lawrence, membayangkan aktris tersebut dalam peran utama. Pengambilan gambar dilakukan di sekitar Calgary, Kanada, dari Agustus hingga pertengahan Oktober 2024 menggunakan film 35mm. Meskipun mendapatkan respons positif dari para kritikus, terutama untuk penampilan Lawrence dan arahan Ramsay yang brutal namun indah, beberapa penonton awal memberikan nilai yang kurang memuaskan, kemungkinan karena akhir cerita yang lebih metaforis daripada literal. "Die My Love" adalah sebuah karya seni yang berani dan kuat, sebuah perjalanan emosional yang mengguncang dan menghadirkan pengalaman sinematik yang sangat manusiawi, menggali apa jadinya manusia ketika cinta dan identitas saling melahap.