
Deddy Chen, penyanyi multibahasa yang dikenal dengan rentang vokal dan keahliannya di berbagai genre, kini secara resmi menjajal dunia pop Mandarin dengan merilis single terbarunya berjudul "Ai Shang Ni De Shi Hou" (Ketika Aku Jatuh Cinta Padamu). Langkah ini menandai babak baru dalam karier musikalnya, setelah sebelumnya Deddy merilis lagu-lagu dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Korea.
"Ai Shang Ni De Shi Hou" digambarkan sebagai lagu yang bernuansa manis dan berseri-seri, dirancang untuk menangkap perasaan berdebar, bahagia, dan cerah seseorang yang sedang dimabuk asmara, mirip dengan adegan jatuh cinta dalam drama Mandarin. Deddy menjelaskan bahwa lagu ini menggambarkan indahnya perasaan jatuh cinta, di mana hari-hari terasa penuh kebahagiaan seolah dunia hanya milik berdua.
Proyek ini melibatkan kolaborasi dengan Marcos Tjung sebagai komposer, Dhandy Annora dalam proses mixing-mastering, dan AA Setiawan sebagai direktur vokal. Video musik untuk "Ai Shang Ni De Shi Hou" juga digarap di Bandung, mengusung visual khas drama cinta klasik Tiongkok yang romantis. Deddy berharap lagu ini dapat menjangkau pendengar yang lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia, melalui berbagai platform digital. Sebagai bagian dari perkenalan lagu ini, Deddy Chen berencana untuk mengadakan mini konser live.
Karier Deddy Chen telah berlangsung selama dua dekade, dimulai sejak tahun 2005. Ia dikenal sebagai penyanyi serbaguna yang mampu membawakan berbagai jenis musik seperti pop, rock, hingga lagu-lagu berbahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, dan Korea. Ia pernah mewakili Indonesia dalam ajang lomba menyanyi di salah satu televisi Taiwan pada tahun 2012 dan juga meraih juara pertama dalam kompetisi Mandarin Songs – A Million Star 华人星光大道2 di Jakarta. Deddy juga merupakan jebolan X Factor Indonesia 2024, di mana ia berhasil masuk dalam Top 7 Male. Sebelum "Ai Shang Ni De Shi Hou", Deddy telah merilis single "Luka Tak Terobati" pada tahun 2024 dan "Baby Look At Me" pada tahun 2025, yang terakhir bahkan menyisipkan nuansa etnik Indonesia dalam visual video musiknya.