Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ardit Erwandha Beberkan Lika-liku Perankan Pesugihan Sate Gagak

2025-11-30 | 04:18 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T21:18:42Z
Ruang Iklan

Ardit Erwandha Beberkan Lika-liku Perankan Pesugihan Sate Gagak

Aktor dan komika Ardit Erwandha mengungkapkan berbagai tantangan menarik yang dihadapinya saat memerankan karakter utama bernama Anto dalam film horor komedi terbaru, "Pesugihan Sate Gagak". Film produksi Cahaya Pictures ini disutradarai oleh Etienne Caesar dan Dono Pradana, serta dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 November 2025 mendatang.

Dalam film tersebut, Ardit Erwandha berperan sebagai Anto, seorang pegawai warteg yang terdesak untuk mengumpulkan mahar fantastis sebesar 150 juta rupiah demi menikahi kekasihnya, Andini (diperankan oleh Yoriko Angeline). Bersama dua sahabatnya, Dimas (Yono Bakrie) dan Indra (Benidictus Siregar), Anto pun nekat menempuh jalan pintas melalui ritual pesugihan sate gagak untuk mendapatkan kekayaan secara instan dengan menjual sate kepada makhluk halus.

Ardit menyoroti tantangan terbesar baginya bukan terletak pada adegan komedi, melainkan pada bagaimana ia harus tetap serius di tengah rekan-rekan komediannya, Yono Bakrie dan Benidictus Siregar. Ia mengaku kesulitan menahan tawa melihat tingkah laku kedua sahabatnya itu. Selain itu, Ardit juga menyebut adegan-adegan emosional dan dramatis sebagai tantangan tersendiri, yang membutuhkan fokus lebih.

Pengalaman unik lainnya bagi Ardit adalah ketika ia harus memerankan karakter seorang calon suami untuk pertama kalinya. Ia juga menghadapi tantangan dalam menggunakan logat Jawa di beberapa adegan, di mana Yono dan Beni banyak membantunya menjaga akurasi logat tersebut selama proses syuting.

Awalnya, Ardit sempat mengira bahwa cerita pesugihan yang diangkat dalam film ini hanyalah fiksi semata. Namun, riset di lapangan menunjukkan bahwa praktik serupa pernah terjadi dan burung gagak memang sempat diperjualbelikan dalam jumlah besar, kemungkinan untuk keperluan pesugihan. Film "Pesugihan Sate Gagak" sendiri dikemas sebagai perpaduan horor dan komedi, dengan porsi 70 persen komedi dan 30 persen unsur klenik, bertujuan untuk membuat penonton tertawa lepas dan melupakan sejenak masalah yang ada. Premisnya yang segar dan absurd, yakni ide menjual sate kepada setan, menjadi daya tarik utama bagi Ardit untuk bergabung dalam proyek ini.