
Seniman kontemporer dunia, Brian Donnelly, yang dikenal dengan nama KAWS, telah membawa pameran tur dunia "KAWS:HOLIDAY" ke Indonesia pada pertengahan tahun 2023 lalu, menarik perhatian luas publik. Patung raksasa ikoniknya yang sedang "rebahan" atau berbaring, berhasil memukau pengunjung di kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, mulai dari 19 hingga 31 Agustus 2023.
Patung berwarna merah muda yang dinamakan "ACCOMPLICE" ini memiliki panjang 45 meter dan tinggi 15 meter, menjadikannya patung terbesar yang pernah dibuat oleh sang seniman hingga saat itu. Kehadiran "ACCOMPLICE" di Prambanan juga menandai pertama kalinya patung KAWS dipamerkan di situs Warisan Dunia UNESCO. Proyek ini merupakan perhentian kesepuluh dalam tur pameran "KAWS:HOLIDAY" yang telah dimulai sejak tahun 2018 di Seoul, dan telah singgah di berbagai kota seperti Taipei, Hong Kong, Tokyo, Bristol, Singapura, Gunung Changbai, dan Melbourne.
Candi Prambanan, sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991, menawarkan latar belakang yang unik bagi seni kontemporer KAWS. Kolaborasi antara KAWS dengan kolaborator lamanya, AllRightsReserved (ARR), serta dukungan dari mitra lokal AKG Entertainment, bertujuan untuk menghadirkan perpaduan arsitektur kuno dengan seni modern. KAWS sendiri sempat mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya dan menghadiri pembukaan pameran tersebut pada 18 Agustus 2023.
Pemilihan warna pink untuk patung "ACCOMPLICE" juga menjadi sorotan, dengan KAWS menjelaskan bahwa ia telah lama menyukai warna tersebut, dan merasa warna pink memberikan kontras yang menarik dengan candi Prambanan yang gelap, lanskap hijau, serta langit biru. Patung yang sekilas mirip karakter Mickey Mouse ini tampil dalam pose rebahan dengan kedua tangan menutupi matanya, sebuah ciri khas dari karya KAWS.
Meskipun disambut antusias oleh banyak penggemar seni dan masyarakat umum, keberadaan patung KAWS di area Candi Prambanan juga menuai kritik. Beberapa pihak, termasuk seniman Indonesia dan perwakilan umat Hindu, menyuarakan protes dan keprihatinan terkait penempatan karya seni kontemporer di situs yang dianggap sakral dan tempat ibadah. Mereka berpendapat bahwa meskipun tidak merusak secara fisik, instalasi tersebut dapat merusak secara simbolis ruang dan waktu sakral. Namun, penyelenggara telah memperoleh izin dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek. Terlepas dari perdebatan tersebut, KAWS menyatakan bahwa ia merasa terhormat karyanya dipajang di Indonesia dan berharap seni memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dan menginspirasi koneksi yang bermakna.